Puisi: Penyair Dengki (Karya Binhad Nurrohmat) Penyair Dengki Puisimu tak pernah bagus karena selalu dimuat koran Jakarta. Puisiku hebat karena tak ada koran Jakarta berani memuatnya. Sumber…
Puisi: Filosofi Demokrasi (Karya Binhad Nurrohmat) Filosofi Demokrasi Yang terbanyaklah yang paling berhak jadi nomor satu Itulah sebab Tuhan Yang Maha Esa jadi…
Puisi: Orang Indonesia Kontemporer (Karya Binhad Nurrohmat) Orang Indonesia Kontemporer Orang Indonesia tak gentar hidup sengsara Orang Indonesia harus irit dan rajin puasa Orang Indonesia t…
Puisi: Ingin-Ingin Reformasi (Karya Binhad Nurrohmat) Ingin-Ingin Reformasi Setelah jadi tokoh masyarakat ingin jadi wakil rakyat Setelah jadi pejabat tinggi ingin uang komisi dan korupsi …
Puisi: Asal-Usul Polisi Tidur (Karya Binhad Nurrohmat) Asal-Usul Polisi Tidur Jalan raya itu dahulu mulus dan rata motor yang lewat kebut-kebutan aja. Lantaran marah, masyarakat sirna akalnya …
Puisi: Kuburan Imperium (Karya Binhad Nurrohmat) Kuburan Imperium (1) Raja agung dijunjung dan jatuh kemudian Berduyun pergi bangsawan tanpa pulang Trah imper…
Puisi: Lupa Daratan (Karya Binhad Nurrohmat) Lupa Daratan Sepulang dari acara studi banding di luar negeri sekian lama koper pejabat itu sesak oleh-oleh …
Puisi: Generasi Sastrawangi (Karya Binhad Nurrohmat) Generasi Sastrawangi Kalau lu mau jadi pengarang tenar dan laris karyanya gue kasih lu cara tokcer: ganti je…
Puisi: Sama Kuat (Karya Binhad Nurrohmat) Sama Kuat Rakyat bersatu tak bisa dikalahkan Koruptor kompak sulit ditaklukkan. Sumber: Demonstran Sexy (2008) Analisis Puisi : P…