Puisi Diah Hadaning

Puisi: Catatan Harian Anak Perang (Karya Diah Hadaning)

Catatan Harian Anak Perang Ada yang mengalir di sungai musim harapan-harapan anak perang Ada yang melantun …

Puisi: Agustus dalam Elegi (Karya Diah Hadaning)

Agustus dalam Elegi Seorang perempuan dengan bendera di pangkuan terus menulis kata di udara dengan jemari mulai gemetaran. Aku waktu …

Puisi: Yogyakarta, Rinduku Masih Untukmu (Karya Diah Hadaning)

Yogyakarta, Rinduku Masih Untukmu Ketika sepotong puisi terlepas dari buku yang menjepit setumpuk janji pagi hari kau tersenyum bersama hang…

Puisi: Balada Nelayan Pantai Srandil (Karya Diah Hadaning)

Balada Nelayan Pantai Srandil Laut pantai Srandil mengirim ombak-ombaknya mengirim harapan berkepanjangan mengirim ikan-ikan mengirim seny…

Puisi: Angin Utara (Karya Diah Hadaning)

Angin Utara Di jalan lurus pohon-pohon tumbuh berjajar seperti lukisan di buku masa kanak-kanakku yang tela…

Puisi: Getaran Jiwa (Karya Diah Hadaning)

Getaran Jiwa seperti buana yang tak pernah melipat bentangnya seperti laut yang tak pernah menidurkan ombaknya ia berjalan sepanjang musim …

Puisi: Catatan Oktober (Karya Diah Hadaning)

Catatan Oktober (1) Kain putih telah direntang nama-nama telah dituliskan menjadi ombak pada laut menjadi warna bagi bendera menjadi pijar…

Puisi: Kota Itu Bernama Jepara (Karya Diah Hadaning)

Kota Itu Bernama Jepara ( 1 ) Masih kurasakan anginnya berdesir di pohon mahoni tua mengabarkan kejadian m…

Puisi: Usai Peringati Proklamasi Kemerdekaan (Karya Diah Hadaning)

Usai Peringati Proklamasi Kemerdekaan (1) Senja bendera diturunkan dengan upacara langit temaram lelampu berpendaran Jakarta terus berderam l…

Puisi: Senandung Tanah-Tanah Dayak (Karya Diah Hadaning)

Senandung Tanah-Tanah Dayak Percayalah kepada musim di tanah ini percayalah kepada adat turun-temurun percayalah kepada darah ibu dari hulu …

Puisi: Desember dan Pembuktian (Karya Diah Hadaning)

Desember dan Pembuktian Seorang muda mata binar dada simpan getar jiwa tak kenal ingkar menatap kuat matahari Desember hari kedua. Kal…

Puisi: Setitik Harapan (Karya Diah Hadaning)

Setitik Harapan Setitik harapan kusandarkan di celah noda menjadi bajak bijaksana mengolah tanah persawahan tua menjadi lahan subur di sit…

Puisi: Ilusi Februari (Karya Diah Hadaning)

Ilusi Februari Ilusi yang hanyut kala air menggenang kota lalu mengendap bersama duka-duka tentang mimpi h…

Puisi: Berita dari Kaki Gunung Muria (Karya Diah Hadaning)

Berita dari Kaki Gunung Muria Menyusuri jalan setapak nini senyum mekar di kaki gunung gulir embun di celah d…

Puisi: Balada Seorang Lelaki Tua Penjual Bendera (Karya Diah Hadaning)

Balada Seorang Lelaki Tua Penjual Bendera Ingatan tentang merdeka, nang masih mengental di kopi pahit kian ha…
© Sepenuhnya. All rights reserved.