Puisi: Laut Dibakar Matahari (Karya Diah Hadaning) Laut Dibakar Matahari Inilah kebohongan paling besar hari ini tentang laut yang dibakar matahari tinggal dasar gosong keropeng ikan-ikan …
Puisi: Ketika Api Telah Padam (Karya Diah Hadaning) Ketika Api Telah Padam Api telah lama padam jalanan telah dibersihkan anak-anak mulai bermain tembangkan lagu pembaruan. Api telah lam…
Puisi: Tembang Kali Code (Karya Diah Hadaning) Tembang Kali Code Menyapa sang kalasuba di akhir musim ngusung mimpi anak negeri kehilangan matahari episode emas hanyut dalam arus dara…
Puisi: Antara Tragedi dan Parodi (Karya Diah Hadaning) Antara Tragedi dan Parodi (1) Dalam langkah mencari antara dua gunung orang-orang bingung orang-orang yang mbilung orang-orang yang limb…
Puisi: Ziarah (Karya Diah Hadaning) Ziarah (1) Deru mesin pabrik di pinggir makam getarkan langit Utara ekspresi kerakusan landa tanah ketenangan nyaris tergusur tanah isti…
Puisi: Sajak tentang Citra Sebuah Kota (Karya Diah Hadaning) Sajak tentang Citra Sebuah Kota gemerincing genta pahimu, kota tak lagi menambatkan sukma pada masa-masa tanpa nama selain cerita tentang buda…
Puisi: Pesan Seekor Induk Burung kepada Anaknya (Karya Diah Hadaning) Pesan Seekor Induk Burung kepada Anaknya Kemerdekaan yang tumbuh di sayapmu Adalah jantung kehidupan Terbangl…
Puisi: Risik Angin Kawasan Hutan Salatri (Karya Diah Hadaning) Risik Angin Kawasan Hutan Salatri Ketika ayun cangkul tiba-tiba berhenti Pak Koko, apa kalian kerjakan hari i…
Puisi: Senja Kering Tahun Ini (Karya Diah Hadaning) Senja Kering Tahun Ini Orang-orang pinggiran risau air bersih aku gemetaran menyusun aksara demi aksara saa…
Puisi: Bendera-Bendera di Jalan Raya (Karya Diah Hadaning) Bendera-Bendera di Jalan Raya Hari ini bendera-bendera berkibaran Jalan raya mandi warna Bocah-bocah anak rimba beton Menengok selintas la…
Puisi: Aung San Suu Kyi Bunga Perdamaian Myanmar (Karya Diah Hadaning) Aung San Suu Kyi Bunga Perdamaian Myanmar Dialah Aung San muda pahlawan legendaris Burma cintanya pada hidup…
Puisi: Catatan Nopember di Jalan Depan Senayan (Karya Diah Hadaning) Catatan Nopember di Jalan Depan Senayan Hujan Nopember membasah kota nafas-nafas panaskan udara jiwa terpasung berwindu-windu hasrat mencari…
Puisi: Anak-Anak Air Api (Karya Diah Hadaning) Anak-Anak Air Api Anak siapa 'nyanyikan syair sumbang membuat malu bintang-bintang suaranya makin parau …
Puisi: Gumam Doa Perdamaian (Karya Diah Hadaning) Gumam Doa Perdamaian (Cucu lelaki tua Palestina yang menatap kosong tumpukan puing rumah keluarganya) Sungai Y…
Puisi: Di Kota Raya, Cerita Senja (Karya Diah Hadaning) Di Kota Raya, Cerita Senja (1) Di kota raya saat rembang senja muncul sesosok berhala menyamar diri Sang Resi usai lakukan tapa brata terima anugera…
Puisi: Lelaki di Persimpangan Jalan (Karya Diah Hadaning) Lelaki di Persimpangan Jalan Tak ada yang bisa kau lakukan kata-kata telah khianati aksara bagaimana mungkin menata ulang mengalunginya de…
Puisi: Mendengar Kata Anak Alam (Karya Diah Hadaning) Mendengar Kata Anak Alam Bunga-bunga rumput di padang mekar sepanjang musim kehidupan mestikah kupindahkan musim kehidupan mestikah kupind…