Puisi: Balada Anak Zaman Merdeka (Karya Diah Hadaning) Balada Anak Zaman Merdeka Anak zaman merdeka adalah kami yang merdeka hasrat jiwa yang pacu langkah sepanjang sejarah yang berjuang sepanja…
Puisi: Doa Awal Desember (Karya Diah Hadaning) Doa Awal Desember Melangkah sepanjang jalan raya sambil menghitung doa lagu dinyanyikan masih sama seruan-seruan tak berbeda selalu ada da…
Puisi: Proyeksi dari Sentani (Karya Diah Hadaning) Proyeksi dari Sentani Gerimis pagi Bekasi melukis bias wajah Lelaki tua dari Sentani lama - Yan Yapo Memadat di wajah coklat tua Dua anak mu…
Puisi: Kota Itu Bernama Jepara (Karya Diah Hadaning) Kota Itu Bernama Jepara ( 1 ) Masih kurasakan anginnya berdesir di pohon mahoni tua mengabarkan kejadian m…
Puisi: Rumput Laut Nusa Lembongan (Karya Diah Hadaning) Rumput Laut Nusa Lembongan Tembang Tradisi Telatah Bali Laut pasang laut surut Beli Wayan cintanya tak pern…
Puisi: Ketika Agustus telah Lewat (Karya Diah Hadaning) Ketika Agustus telah Lewat Janur-janur kuning layu terbuang di jalan-jalan dan hanyut di kali tiang-tiang ben…
Puisi: Wanita dan Bumi Merdeka (Karya Diah Hadaning) Wanita dan Bumi Merdeka Sejarah menulisnya, dari kejayaan Ratu Sima sampai Gayatri dari kepahlawanan Cut Nyak Dhien sampai Laskar Srikandi …
Puisi: Kemerdekaan itu (Karya Diah Hadaning) Kemerdekaan itu Kemerdekaan itu saat lipatan lepas dari lidahmu kata-kata jadi ombak mengguncang kelu sekian waktu. Kemerdekaan itu …
Puisi: Surat Seorang Anak Pulau (Karya Diah Hadaning) Surat Seorang Anak Pulau Seorang anak menulis surat kepada malaikat yang pernah ditemui dalam mimpi penyelamat pernah diceritakan gurunya ya…
Puisi: Lembah Lontar Ketika Langit Terbakar (Karya Diah Hadaning) Lembah Lontar Ketika Langit Terbakar Orang-orang dari kaki bukit padas menelusuri jalan setapak mencari ladang bunga, tempat peparu rindu …
Puisi: Sajak Tarian Naga (Karya Diah Hadaning) Sajak Tarian Naga Geliat naga di batas abad menarikan Semesta-Nya geliat jiwa di arus jaman menarikan kehidupan. Jaga nafas, langkah, …
Puisi: Honocoroku Rahayu buat Ibu (Karya Diah Hadaning) Honocoroku Rahayu buat Ibu Agung, Agung, Yang Maha Agung Harum, Harum, Yang Maha Harum Maha Agung dan Harum hanyalah ENGKAU. Ibu dan aku…
Puisi: Tembang Padang Ilalang (Karya Diah Hadaning) Tembang Padang Ilalang Dilihatnya rumah bambu Romo Mangun berubah jadi pendaringan rindu insan kota yang banyak kehilangan. Saat segala …
Puisi: Mendut, Episode Hujan (Karya Diah Hadaning) Mendut, Episode Hujan Iramanya getir kumitir membuat rasa ketar ketir tentang merjan tersembunyi di balik tetes misteri bergetaran dam…
Puisi: Jala-Jala yang Tergantung (Karya Diah Hadaning) Jala-Jala yang Tergantung Kampung nelayan masih mengirim bau laut di antara kesiur anginnya semilir rendah di…
Puisi: Bendera-Bendera Saling Berbicara (Karya Diah Hadaning) Bendera-Bendera Saling Berbicara Bendera-bendera saling berbicara seorang bocah mendengarnya. Enak jadi …
Puisi: Catatan Februari Dini Hari (Karya Diah Hadaning) Catatan Februari Dini Hari Kampung tua kampung perkerabatan sisa kenangan windu silam siapa mulai memusnah…
Puisi: Sungaiku Sarat Beban (Karya Diah Hadaning) Sungaiku Sarat Beban Yang sebening kaca saat diciptakan yang menyemai segala mula kehidupan yang hadirkan n…