Puisi: Senandung Hutan Kayu Perupuk Kalimantan (Karya Diah Hadaning) Senandung Hutan Kayu Perupuk Kalimantan Burung-burung hutan tropis bersarang dalam gerungan mesin telurnya tetaskan bibit dendam menangisi…
Puisi: Membaca Bahasa Makam (Karya Diah Hadaning) Membaca Bahasa Makam Memetik Pesan Muara Tura Pagi tak pernah hilang mentari setiap langkah pelan dua perempuan menapaki jalan me…
Puisi: Elegi Jakarta (Karya Diah Hadaning) Elegi Jakarta Langit kota tak sajikan bintang malam ini langit kota tak riapkan kabut menguap dari kolam-kolam ada tatap menusuk langit …
Puisi: Ruwat Tangis Anak Negeri (Karya Diah Hadaning) Ruwat Tangis Anak Negeri (1) Doa telah dilantunkan tembang wingit mengantarkan anak manusia awali langkah pe…
Puisi: Jakarta dalam Segala (Karya Diah Hadaning) Jakarta dalam Segala Pagi kelabu di sisa kabut menggeliat di awal kiat bangkit di atas sakit mengangin di celah ingin. Siang memb…
Puisi: Terlahir Kembali (Karya Diah Hadaning) Terlahir Kembali Aku pematung kehilangan pethel tak bisa lagi membuat keindahan awali pengembaraan panjang mencari kayu buat hulu mencar…
Puisi: Catatan Harian Anak Perang (Karya Diah Hadaning) Catatan Harian Anak Perang Ada yang mengalir di sungai musim harapan-harapan anak perang Ada yang melantun …
Puisi: Agustus dalam Elegi (Karya Diah Hadaning) Agustus dalam Elegi Seorang perempuan dengan bendera di pangkuan terus menulis kata di udara dengan jemari mulai gemetaran. Aku waktu …
Puisi: Yogyakarta, Rinduku Masih Untukmu (Karya Diah Hadaning) Yogyakarta, Rinduku Masih Untukmu Ketika sepotong puisi terlepas dari buku yang menjepit setumpuk janji pagi hari kau tersenyum bersama hang…
Puisi: Balada Nelayan Pantai Srandil (Karya Diah Hadaning) Balada Nelayan Pantai Srandil Laut pantai Srandil mengirim ombak-ombaknya mengirim harapan berkepanjangan mengirim ikan-ikan mengirim seny…
Puisi: Angin Utara (Karya Diah Hadaning) Angin Utara Di jalan lurus pohon-pohon tumbuh berjajar seperti lukisan di buku masa kanak-kanakku yang tela…
Puisi: Getaran Jiwa (Karya Diah Hadaning) Getaran Jiwa seperti buana yang tak pernah melipat bentangnya seperti laut yang tak pernah menidurkan ombaknya ia berjalan sepanjang musim …
Puisi: Catatan Oktober (Karya Diah Hadaning) Catatan Oktober (1) Kain putih telah direntang nama-nama telah dituliskan menjadi ombak pada laut menjadi warna bagi bendera menjadi pijar…
Puisi: Kota Itu Bernama Jepara (Karya Diah Hadaning) Kota Itu Bernama Jepara ( 1 ) Masih kurasakan anginnya berdesir di pohon mahoni tua mengabarkan kejadian m…
Puisi: Usai Peringati Proklamasi Kemerdekaan (Karya Diah Hadaning) Usai Peringati Proklamasi Kemerdekaan (1) Senja bendera diturunkan dengan upacara langit temaram lelampu berpendaran Jakarta terus berderam l…