Aceh masih belum baik-baik saja.

Puisi Dorothea Rosa Herliany

Puisi: Penggali Sumur (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Penggali Sumur Lelaki itu menggambar tubuhnya dengan rute jauh yang ditempuh. Sosoknya tegap menantang musim mengukur sembarang uj…

Puisi: Mencari Peta Ibu (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Mencari Peta Ibu Cium akar dari rahim tikam ruh pada pohon bakar laut 'nuju rasa timbun gunung denga…

Puisi: Memandang Jakarta (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Memandang Jakarta ada yang lebih berarti dari sekuntum bunga yang tergeletak di tepi jalan. atau seekor burung yang hinggap di atap rumah. ada yang l…

Puisi: Lukisan Bunga (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Lukisan Bunga Melintasi abad-abad yang terbakar matahari, bunga- bunga telah kembali menguncup. dalam hujan y…

Puisi: Sebuah Radio, Kumatikan (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Sebuah Radio, Kumatikan fragmen ke 22 Ada yang mengirim untukmu seuntai cinta: duka yang manis menyelinap lewat lubang kunci jendela, atau desis yan…

Puisi: Orkestra Ruang Tunggu (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Orkestra Ruang Tunggu Barangkali ada yang mengetuk pintu kamar sebab lengang yang dingin, dan takut yang berpendar dan bisikan-bisikan getir…

Puisi: Ziarah pada Tubuh Sendiri (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Ziarah pada Tubuh Sendiri pedangmu membelah sebongkah anggur yang kubagikan kepada seribu musafir yang dahaga, lihatlah darah yang meleleh dari jantu…

Puisi: Kepada GM (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Kepada GM Sesudah keberangkatan itu, kita kembali sendiri-sendiri, -ada yang lepas dan tanggal mengabadi dalam mimpi. Sesudah keberangkata…

Puisi: Plaza-Plaza Berkabung (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Plaza-Plaza Berkabung Seroja tak tumbuh dalam kaca etalase. juga rumput-rumput. tapi aku tetap menanamnya. da…

Puisi: Sungai Airmata (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Sungai Airmata bulan mengalir bersama muara sungai airmata. ke laut entah apa. kita ikut di atas perahu mainan. tak ke mana-mana. "ayolah!"…

Puisi: Numpang Perahu Nuh (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Numpang Perahu Nuh Aku selalu tidur di atas perahu Nuh. melambung dalam riak kata-kata dan legenda. kebahagiaan ada di pucuk mimpi . Sen…

Puisi: Lanskap Pantai (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Lanskap Pantai di seberang ombak dalam batinmu : langit-langit dan camar bersatu. nelayan-nelayan di atas sampan dan ikan-ikan di matanya. pada panta…

Puisi: Orkes Musim Hujan (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Orkes Musim Hujan Kulepas burung tangkapanku, berhamburan dalam hujan . ke mana, meninggalkan luka-luka  di…
© Sepenuhnya. All rights reserved.