Puisi: Kereta Berangkat (Karya Dorothea Rosa Herliany) Kereta Berangkat Rel ini lurus dan panjang. Gerbong-gerbong bergerit bagai keranda. Mengusung tubuh-tubuh d…
Puisi: Lanskap Pantai (Karya Dorothea Rosa Herliany) Lanskap Pantai di seberang ombak dalam batinmu : langit-langit dan camar bersatu. nelayan-nelayan di atas sampan dan ikan-ikan di matanya. pada panta…
Puisi: Misa Sepanjang Hari (Karya Dorothea Rosa Herliany) Misa Sepanjang Hari Setelah letih merentang perjalanan, kita sampai di perempatan sejarah. menghitung masa si…
Puisi: Prosa Daun-Daun (Karya Dorothea Rosa Herliany) Prosa Daun-Daun saat kau petik, daun itu belum layu. "daripada gugur siasia, aku lebih suka tangan usilmu," katanya. akar-akar merambatkan …
Puisi: Metamorfose Kekosongan (Karya Dorothea Rosa Herliany) Metamorfose Kekosongan Seperti inilah, aku letakkan ranjang dalam dadamu. kujadikan rongga-rongga sempit itu …
Puisi: Orkes Pengantin (Karya Dorothea Rosa Herliany) Orkes Pengantin Untukmu, ranjang basah pada tanah dan daun yang tiba-tiba rebah tak usah gorden terbuka: sebab ada yang lebih fana untukmu…
Puisi: Untuk Catatan Harian Sabrinna (Karya Dorothea Rosa Herliany) Untuk Catatan Harian Sabrinna Kuletakkan dalam almari, luka yang tercatat pada album. jam-jam yang terlipat k…
Puisi: Solitude (Karya Dorothea Rosa Herliany) Solitude (kepada BS) rupanya terlalu singkat kutebak luka pada kaca di balik gorden: wajah yang selalu diulang…
Puisi: Tanda (Karya Dorothea Rosa Herliany) Tanda Bunga yang tumbuh telah kujadikan tanda (atau kubur) : kita pun selalu gagal berduka. Kali ini,…
Puisi: Kota Asing (Karya Dorothea Rosa Herliany) Kota Asing Kutempuh perjalanan menembus hutan-hutan kabut. kutempuh perjalanan melewati ganggang. tak selet…
Puisi: Para Pengembara (Karya Dorothea Rosa Herliany) Para Pengembara Kutempuh perjalanan dalam lagu-lagu dan notasi-notasi bungkam: dalam kegagapan. setelah lel…
Puisi: Requiem bagi Kepompong yang Tak Sempat Bisa Terbang (Karya Dorothea Rosa Herliany) Requiem bagi Kepompong Yang Tak Sempat Bisa Terbang Di sinikah tepi bagimu, ketika segalanya berubah abu. tinggal asap. kau tak mampu menyingkap…
Puisi: Gaun Burung Gagak (Karya Dorothea Rosa Herliany) Gaun Burung Gagak Akhirnya ku baca Baris-baris sajak yang kau tulis Pada sayap-sayap burung gagak Hanya kehitaman dan kekeh…