Puisi Dorothea Rosa Herliany

Puisi: Burung-Burung Melayat (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Burung-Burung Melayat langit seperti terbuka untukku. burung-burung bertumpahan, menanggalkan sayap dan bulu-bulu yang bergetar. laut di seberang gur…

Puisi: Cincin Kawin (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Cincin Kawin telah terlanjur kupenggal sebagian gambar kepalamu. wajahmu tetap berlumut. tak bisa kujilat sajak-sajak yang menetes dari lelehan darah…

Puisi: Kekasih (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Kekasih kalau tak kaupungut onggokan tanah tinggalku, barangkali tak subur juga cintamu, kekasih. sebab, sudah tak subur lagi halamanmu. kecuali bagi…

Puisi: Nelayan Tersesat (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Nelayan Tersesat "Sampanku tersesat di sebuah negeri terbuka," jerit seorang nelayan kecil dan papa. "Di mana-mana pintu. si…

Puisi: Orkestra di Halte-Halte (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Orkestra di Halte-Halte Ingin sendirian, dan kekal Menghembuskan kebosanan demi kebosanan Menunggu sampai t…

Puisi: Lagu Asing dari Desa ke Desa (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Lagu Asing dari Desa ke Desa Di atas gerobak kuhitung mesin dan listrik yang membagi-bagikan kekosongan kepada semua orang mala…

Puisi: Ibadah Semak-Semak (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Ibadah Semak-Semak Kukubur harapan yang koyak, dalam badai kesunyian batinku. pada sebuah bukit semak-semak  merimbun. di seberang sungai: i…

Puisi: Aku Diam di Halte (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Aku Diam di Halte Jalan-jalan panjang dan tak terpatah. seperti gulungan benang, akan menuju ke suatu ujung. kau hitung: berapa …

Puisi: Nyanyian Anak-Anak Bermain (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Nyanyian Anak-Anak Bermain Dari sumur yang sama kutimba darah dan keringat semua orang. kusaring kebekuan, lalu kutiup: menjadi bulan. C…

Puisi: Orkestra Bunga Gugur (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Orkestra Bunga Gugur Akhirnya hanya kesunyian yang kuterima dari bingkai lukisan. Pada dinding itu -tak ada…

Puisi: Nikah Bulan (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Nikah Bulan kutemukan untukmu, bulan yang runtuh dalam kolam. kutemukan memeluk ranjang --wajah yang terlipat, dan terpatah pendar air di permukaan. …

Puisi: Lagu yang Diulang-ulang (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Lagu yang Diulang-ulang aku pungut setangkai bunga yang engkau lemparkan di kotak sampah itu. masih tercium wanginya : menyegarkan mimpi dan terjagak…

Puisi: Dinding-Dinding Kesangsian (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Dinding-Dinding Kesangsian ketuklah pintu lain rumah-rumah perkampungan. ada yang bakal menyambutmu, dan menyediakan ranjang fana. -- dunia …
© Sepenuhnya. All rights reserved.