Puisi Goenawan Mohamad

Puisi: Z (Karya Goenawan Mohamad)

Z Di bawah bulan Marly dan pohon musim panas Ada seribu kereta-api menjemputmu pada batas. Mengapa mustahil mimpi mengapa …

Puisi: Dingin Tak Tercatat (Karya Goenawan Mohamad)

Dingin Tak Tercatat Dingin tak tercatat pada termometer. Kota hanya basah. Angin sepanjang sungai mengusir, tapi kita tetap saja d…

Puisi: Dari Gurun Orang Tartar (Karya Goenawan Mohamad)

Dari Gurun Orang Tartar Dari gurun orang Tartar, apa yang diharapkannya? Dari luas yang mengancam, apa yang dikhayalkannya? D…

Puisi: Di Prosenium (Karya Goenawan Mohamad)

Di Prosenium They live their lives in sad cafes and music halls - Janis Ian. Di kursinya yang hitam, ia masih belum juga ber…

Puisi: Setajam Layung Senja (Karya Goenawan Mohamad)

Setajam Layung Senja Setajam layung senja: Lorong-lorong ini pun juga Bergetar antara pucuk, antara gerak samar cemara Dan segala pasti menung…

Puisi: Di Antara Kanal (Karya Goenawan Mohamad)

Di Antara Kanal Jarimu menandai sebuah percakapan yang tak hendak kita rekam di hitam sotong dan gelas sauvognon blanc yang akan ditinggalk…

Puisi: Pada Sebuah Pulau (Karya Goenawan Mohamad)

Pada Sebuah Pulau Badai hanya pulang gema, di sini, seperti ratap pulau dari karang-karang kambria yang gelap. Pantai mengangaka…

Puisi: 30 Tahun Kemudian (Karya Goenawan Mohamad)

30 Tahun Kemudian 30 tahun kemudian mereka bertemu di restoran dekat danau. Hujan dan kenangan berhimpitan, berbareng, seperti lalulintas …

Puisi: Dalam Kemah (Karya Goenawan Mohamad)

Dalam Kemah Sudah sejak awal kita berterus terang dengan sebuah teori: cinta adalah potongan-potongan pendek interupsi – lima menit, tujuh…

Puisi: Tamu (Karya Goenawan Mohamad)

Tamu Dengan raut kusut, dengan  kaus apak dan bibir luka,  Don Quixote diminta berdiri di balkon  itu, menghadap ke arah  plaza.  Kota…

Puisi: Pagi, di Stasiun (Karya Goenawan Mohamad)

Pagi, di Stasiun Dari ujung Tugu rel melengkuas burung jatuh pada loko lelah Seharusnya ada peluit Seharusnya seseorang menjerit S…

Puisi: Potret Taman untuk Allen Ginsberg (Karya Goenawan Mohamad)

Potret Taman untuk Allen Ginsberg Ia menebak dari warna kulit saya dan berkata, 'Tuan pasti dari dunia ke-3.' Lalu ia, dari dunia pe…

Puisi: Skhak (Karya Goenawan Mohamad)

Skhak Pada pukul 16:00, di bawah jembatan itu ia dengar "skhak." Seperti bunyi waktu. Seorang pemain catur selalu mengatakan kat…

Puisi: Dengan Sepatu Kecil Anak-Anak yang Menyeberang (Karya Goenawan Mohamad)

Dengan Sepatu Kecil Anak-Anak yang Menyeberang in memoriam Aylan Kurdi (2012-2015) Tentu saja di pulau itu orang-orang Kos tak mendengar dera…
© Sepenuhnya. All rights reserved.