Puisi Goenawan Mohamad

Puisi: Asmaradana (Karya Goenawan Mohamad)

Asmaradana Ia dengar kepak sayap kelelawar dan guyur sisa hujan dari daun, karena angin pada kemuning. Ia dengar resah kuda serta l…

Puisi: Orfeus (Karya Goenawan Mohamad)

Orfeus (1) Lima menit sebelum kereta berangkat perempuan itu berkata kepadanya,"Orfeus, aku tak akan kembali". Di halte …

Puisi: Bintang Pagi (Karya Goenawan Mohamad)

Bintang Pagi Bintang pagi: seperti sebuah sinyal untuk berhenti. Di udara keras kata-kata berjalan, sejak malam, dalam tidur: somnabulis pel…

Puisi: Surat Cinta (Karya Goenawan Mohamad)

Surat Cinta Bukankah surat cinta ini ditulis ditulis ke arah siapa saja Seperti hujan yang jatuh ritmis menyentuh arah siapa s…

Puisi: Barangkali Telah Kuseka Namamu (Karya Goenawan Mohamad)

Barangkali Telah Kuseka Namamu Barangkali telah kuseka namamu dengan sol sepatu Seperti dalam perang yang lalu kauseka namaku. Barangk…

Puisi: Malam yang Susut Kelabu (Karya Goenawan Mohamad)

Malam yang Susut Kelabu Malam yang susut kelabu adakah kau dengar itu, kekasihku seperti kau dengar sauh tenggelam dalam dasar yang jauh. …

Puisi: Hiroshima, Cintaku (Karya Goenawan Mohamad)

Hiroshima, Cintaku Seperti kau basuh aku dalam desah asap saunamu. "Ah, lakukan, lekukkan, lekaskan." Sadar…

Puisi: Di Kota Itu, Kata Orang, Gerimis Telah Jadi Logam (Karya Goenawan Mohamad)

Di Kota Itu, Kata Orang, Gerimis Telah Jadi Logam Di kota itu, kata orang, gerimis telah jadi logam. Di bawah cahaya hari pun bercadar, tapi aku…

Puisi: Gandari (Karya Goenawan Mohamad)

Gandari Rekaman lima hari sebelum ibu para Kurawa itu membalut matanya dengan sehelai kain hitam, mendampingi suaminya, raja buta itu, sampai kela…

Puisi: Tigris (Karya Goenawan Mohamad)

Tigris Sungai demam Karang lekang Pasir pecah pelan-pelan. Gurun mengerang: Babilon! Defile berjalan. Lalu Tuhan member…

Puisi: Dalam Kemah (Karya Goenawan Mohamad)

Dalam Kemah Sudah sejak awal kita berterus terang dengan sebuah teori: cinta adalah potongan-potongan pendek interupsi – lima menit, tujuh…
© Sepenuhnya. All rights reserved.