Puisi Gunoto Saparie

Puisi: Lagu Klise (Karya Gunoto Saparie)

Lagu Klise lagu itu-itu saja terus kauputar ulang serak suara penyanyi tua betapa klise kenangan, begitu usang seakan hidup hanya masa lalu tidak ada…

Puisi: Ketika Daun-Daun Kering Gugur (Karya Gunoto Saparie)

Ketika Daun-Daun Kering Gugur ketika daun-daun kering gugur sebelum keberangkatan jenazahmu ketika wajah-wajah muram sendu menunggu malam berangkat k…

Puisi: Selamat Malam, Malioboro (Karya Gunoto Saparie)

Selamat Malam, Malioboro menyusuri trotoar malioboro sendirian pada malam basah karena hujan kutatap lampu-lampu dan deretan pertokoan  kupandang seo…

Puisi: Di Ruang Tunggu (Karya Gunoto Saparie)

Di Ruang Tunggu malam telah jatuh ke bumi dan kita pun setia menanti entah apa atau siapa mengapakah enggan bertegur sapa ada kegelisahan dan kecemas…

Puisi: Malam Pun Gelisah (Karya Gunoto Saparie)

Malam Pun Gelisah ada yang menembang megatruh suaranya rawan, sayup, dan jauh ada yang melangkah terseret di luar pintu ada angin bertiup pe…

Puisi: Kepada Chairil Anwar (Karya Gunoto Saparie)

Kepada Chairil Anwar Pada malam larut dan sepi aku sendiri berjalan mencari puisi tiba-tiba aku pun ingin bersamamu apakah yang berharga s…

Puisi: Surat Kaleng (Karya Gunoto Saparie)

Surat Kaleng ada surat ditulis tanpa nama surat gelap, entah dari siapa ada surat dibikin tanpa alamat surat samar bagaikan kabut surat-surat melayan…

Puisi: Kamar (Karya Gunoto Saparie)

Puisi Kamar mengapakah kaupadamkan lampu yang nyala di kamar depan itu? benarkah malam telah amat larut dan sunyi mengendap dalam kabut? jarum-jarum …

Puisi: Lirik (Karya Gunoto Saparie)

Lirik mripatmu mengerdip, kekasih, matamu sayu mripatmu kebijakan menyinarkan keindahan mripatmu jernih, kekasih, matamu kemilau mripatmu kelembutan …
© Sepenuhnya. All rights reserved.