Puisi: Pulau Bali (Karya Intojo) Pulau Bali Pulau Bali, Amat permai, Pemandangan indah Bukit Batur yang megah, Danau Bratan yang luas, Timbulkan semangat tak terbatas Sanubari menjad…
Puisi: Kawruh (Karya Intojo) Kawruh Saliring kodrat kang tinon mripat, Apadene kang tan kasatmata, Kabeh tumindak miturut sipat, Garis angger-anggering jagad raya. Wis lumrahing …
Puisi: Wayangan (Karya Intojo) Wayangan (Bahasa Jawa) Banyu telaga akinclong-kinclong Kataman cahyane Hyang Baskara Jroning banyu katon mencorong Wewayanganing surya ing akasa. Gru…
Puisi: Kaendahan (Karya Intojo) Kaendahan (Bahasa Jawa) Pijer kekejer sandhing pepadhang Ketarik dayaning cahya sumunar Urubing geni wani rinangsang Katemahan sida mati kobar. Warne…
Puisi: Dayaning Sastra (Karya Intojo) Dayaning Sastra Tembung kang ginantha lelarikan, Tinata binaris kadya bata, Sinambung pinitung manut ukuran, Dene banjur kasinungan daya! Kumpule bat…
Puisi: Mengembara Beta (Karya Intojo) Mengembara Beta ... Mengembara beta di tengah rimba Rindu mesra menyakat dada, Pikir terkabur: pandang suram, Ta’ tahu beta apa sebabnya! Mer…
Puisi: Rasa Baru (Karya Intojo) Rasa Baru Zaman beredar! Alam bertukar! Suasana terisi nyanyian hidup. Kita manusia Terkarunia Badan, jiwa, bekal serba cukup. Ma…
Puisi: Nasib (Karya Intojo) Nasib Bagai biola yang salah larasnya Mengharu harmoni di dalam orkes. Lagu hidupku kini ta' beres Laguku jurang lurus dan cerkasnya. Karena didi…
Puisi: Kemegahan Kita di Zaman Bahari (Karya Intojo) Kemegahan Kita di Zaman Bahari Teringat tatkala melihat tonil Airlangga di Kongres Indonesia Raya Sunyi senyap; Gaduh lenyap, Perasaan kita balik kem…
Puisi: Nasib Nelayan (Karya Intojo) Nasib Nelayan Berdebar ombak di senja kala Desir-berdesir deru-menderu Laksana suling anak gembala, Terkampar terhempas di gua batu. Riak memutih kil…
Puisi: Cend'ra Durja (Karya Intojo) Cend'ra Durja Bagi Saudaraku Sakti Arga Zaman gemerlap masa permata, Musim baiduri zahar pelangi, Sudahlah kabur sayup di mata, Hanya di hati bak…
Puisi: Zaman yang Mulia (Karya Intojo) Zaman yang Mulia Wahai rang muda putra dan putri! Anak bangsa nelahan diri, Ambillah uduk pandang ke Timur, Pancaran fajar kalimantang makmur! ‘Lah h…
Puisi: Di Mana Tempat Cinta Sejati? (Karya Intojo) Di Mana Tempat Cinta Sejati ...? Bukan di rimba lebat dan sunyi, Bukan di puncak bukit yang tinggi, Bukan di pinggir-samudra yang sepi. Jangan dicari…
Puisi: Api Unggun (Karya Intojo) Api Unggun Diam tenang kami memandang Api unggun menyala riang Menjilat meloncat menari riang Berkilat-kilat bersinar terang Nyala api nampaknya cura…
Puisi: Gunung (Karya Intojo) Gunung Tampak padaku gunung Semeru: Tinggi tampan bertumpu kukuh, Petir menyambar; topan menderu, Gunung bertahan, tetap teguh, Gempa gempita menggem…