Puisi Joko Pinurbo

Puisi: Doa Malam (Karya Joko Pinurbo)

Doa Malam Tuhan yang merdu terimalah kicau burung dalam kepalaku. 2012 Sumber:  Baju Bulan (2013) Analisis Puisi : Puisi "Doa Mala…

Puisi: Sungai (Karya Joko Pinurbo)

Sungai Ibu membekaliku sebuah sungai yang jernih dan berkecipak-kecipak airnya. Sungai itu ditanam di telapak tanganku, mimpi Ibu…

Puisi: Air Mata (Karya Joko Pinurbo)

Air Mata Biarkan hujan yang haus itu melahap air mata yang mendidih di cangkirmu. 2012 Sumber:  Baju Bulan (2013) Analisis Puisi : Pui…

Puisi: Jendela (Karya Joko Pinurbo)

Jendela Di jendela tercinta ia duduk-duduk bersama anaknya yang sedang beranjak dewasa. Mereka ayun-ayunkan kaki, berbincang, bernyanyi da…

Puisi: Tengah Malam (Karya Joko Pinurbo)

Tengah Malam Badai menggemuruh di ruang tidurmu. Hujan menderas, lalu kilat, petir dan ledakan-ledakan wakt…

Puisi: Tukang Potret Keliling (Karya Joko Pinurbo)

Tukang Potret Keliling Cita-citanya tinggal satu: memotret seorang pujangga yang ia tahu tak pernah suka di…

Puisi: Cita-Cita (Karya Joko Pinurbo)

Cita-Cita Setelah punya rumah, apa cita-citamu? Kecil saja: ingin sampai rumah saat senja supaya saya dan s…

Puisi: Ibu yang Tabah (Karya Joko Pinurbo)

Ibu yang Tabah Ibu itu mengasuh anak-anaknya sendirian sejak suaminya dipinjam negara untuk dijadikan kelinci dalam percobaan sistem keamanan. S…

Puisi: Masa Kecil (Karya Joko Pinurbo)

Masa Kecil Masa kecil seperti penjaga malam yang setia. Ia yang membuka dan menutup pintu setiap kau masuk dan keluar kamar mandi. Sementara …

Puisi: Pesan dari Ayah (Karya Joko Pinurbo)

Pesan dari Ayah Datang menjelang petang, aku tercengang melihat Ayah sedang berduaan dengan telepon genggam …

Puisi: Layang-Layang (Karya Joko Pinurbo)

Layang-Layang Dulu pernah kau belikan aku sebuah layang-layang pada hari ulang tahun. Aku pun bersorak sebagai kanak-kanak tapi hanya seje…

Puisi: Ibuku (Karya Joko Pinurbo)

Ibuku Ibu suka membacakan buku untuk menghantar tidurku. Aku terbuai mendengarkan ibu dan buku, mendengarkan …

Puisi: Malam Rindu (Karya Joko Pinurbo)

Malam Rindu Malam Minggu. Hatiku ketar-ketir. Ku tak tahu apakah demokrasi dapat mengantarku ke pelukanmu dengan cara seksama dan dalam te…

Puisi: Kenangan (Karya Joko Pinurbo)

Kenangan Suatu saat kau akan jadi kenangan bagi tukang cukurmu. Ia memangkas rambutmu dengan sangat hati-hati agar gunting cukurnya tidak …

Puisi: Jalan Kecantikan (Karya Joko Pinurbo)

Jalan Kecantikan Kau telah menemukan jalanmu: jalan berliku dan berbatu-batu menuju mata airmu di celah bukit itu. Malam meremang-redupkan…

Puisi: Litani Terima Kasih (Karya Joko Pinurbo)

Litani Terima Kasih Hati hujan yang menenangkan Terima kasih Mata malam yang meneduhkan Terima kasih Bibir kopi yang menghangatkan Ter…

Puisi: Lubang Kopi (Karya Joko Pinurbo)

Lubang Kopi Jam tiga pagi Waktu Indonesia Bagian Kopi lampu tidur di matanya menyala kembali. Hujan tinggal bekas dan kopi sudah menjadi miras…

Puisi: Sajak Balsem untuk Gus Mus (Karya Joko Pinurbo)

Sajak Balsem untuk Gus Mus Akhir-akhir ini banyak orang gila baru berkeliaran, Gus. Orang-orang yang hidupnya …
© Sepenuhnya. All rights reserved.