Puisi: Februari yang Ungu (Karya Joko Pinurbo) Februari yang Ungu Februari yang ungu berderai pelan sepanjang malam, menyirami daun-daun kalender yang mulai…
Puisi: Rok Mini untuk Nenek (Karya Joko Pinurbo) Rok Mini untuk Nenek Malam ini nenek bulan tampak kucel dan kusam. Langit seperti kain bekas yang dipakai unt…
Puisi: Terompet Tahun Baru (Karya Joko Pinurbo) Terompet Tahun Baru Aku dan Ibu pergi jalan-jalan ke pusat kota untuk meramaikan malam tahun baru. Ayah pilih menyepi di rumah saja sebab …
Puisi: Malam itu Kita Kondangan (Karya Joko Pinurbo) Malam itu Kita Kondangan Malam itu kita pergi kondangan. Naik andong kehujanan, kudanya lari kencang: kling klong kling klong. Malam s…
Puisi: Daerah Terlarang (Karya Joko Pinurbo) Daerah Terlarang Tiba di ranjang, setelah lama menggelandang ia memasuki daerah terlarang. Ranjang telah di…
Puisi: Malam Suradal (Karya Joko Pinurbo) Malam Suradal Sebelum ia berangkat bersama becaknya, istrinya berpesan, "Jangan lupa beli minyak tanah. Aku harus membakar batukmu yang…
Puisi: Lukisan Berwarna (Karya Joko Pinurbo) Lukisan Berwarna untuk Andreas dan Dorothea Hujan beratus warna tumpah di hamparan kanvas senja. Pohon-pohon bersorak gembira …
Puisi: Pesan Uang (Karya Joko Pinurbo) Pesan Uang Ketika aku akan merantau buat cari penghidupan, uang berpesan: "Hiduplah hemat, jangan royal,…
Puisi: Anjing (Karya Joko Pinurbo) Anjing Rumahku dijaga dua anjing cerdas: anjing sungguhan dan anjing-anjingan. Anjing sungguhan sungguh cerew…
Puisi: Aku Tidak Bisa Berjanji (Karya Joko Pinurbo) Aku Tidak Bisa Berjanji Aku tidak bisa berjanji akan datang ke dalam pesta di mana akan kaupertemukan aku denga…
Puisi: Kepada Puisi (Karya Joko Pinurbo) Kepada Puisi Kau adalah mata, aku air matamu. 2003 Sumber: Kekasihku (Kepustakaan Populer Gramedia, 2004) Analisis Puisi : Puisi Kepa…
Puisi: Pembangkang (Karya Joko Pinurbo) Pembangkang Ia termenung sendirian di gardu gelap di ujung jalan. Tak jelas, ia peronda yang kesepian atau …
Puisi: Jalan Kecantikan (Karya Joko Pinurbo) Jalan Kecantikan Kau telah menemukan jalanmu: jalan berliku dan berbatu-batu menuju mata airmu di celah bukit itu. Malam meremang-redupkan…
Puisi: Kecantikan Belum Selesai (Karya Joko Pinurbo) Kecantikan Belum Selesai Sudah selesai. Sudah kucoba semua warna. Sekarang bersiaplah kau di ruang ganti busana…
Puisi: Hijrah (Karya Joko Pinurbo) Hijrah Setelah tugas-tugas di ranjang kubereskan, badai kuredakan, aku hijrah ke jauh tubuhmu, menyusuri ja…
Puisi: Ranjang Putih (Karya Joko Pinurbo) Ranjang Putih Ranjang telah dibersihkan. Kain serba putih telah dirapikan. Laut telah dihamparkan. Kayuhlah perahu ke teluk persinggahan…
Puisi: Sehabis Sakit (Karya Joko Pinurbo) Sehabis Sakit Di kamar mandi kutemukan tubuhku yang haus sedang menari. Satu, dua, tiga, dan jarum sepi …
Puisi: Ranjang Kematian (Karya Joko Pinurbo) Ranjang Kematian Ranjang kami telah dipenuhi semak-semak berduri. Mereka menyebutnya firdaus yang dicipta kembali oleh keturunan orang-oran…
Puisi: Patroli (Karya Joko Pinurbo) Patroli Iring-iringan panser mondar-mandir di jalur-jalur rawan di seantero sajakku. Di sebuah sudut yang a…