Puisi Joko Pinurbo

Puisi: Cenala (Karya Joko Pinurbo)

Cenala (1) Saya sedang tamasya di sebuah halaman buku puisi. Buku puisi itu sedang dibaca seorang penyendiri …

Puisi: Kamus Kecil (Karya Joko Pinurbo)

Kamus Kecil Saya dibesarkan oleh bahasa Indonesia yang pintar dan lucu Walau kadang rumit dan membingungkan …

Puisi: Tubuh Pinjaman (Karya Joko Pinurbo)

Tubuh Pinjaman Tubuh yang mulai akrab dengan saya ini sebenarnya mayat yang saya pinjam dari seorang …

Puisi: Tuhan Datang Malam ini (Karya Joko Pinurbo)

Tuhan Datang Malam ini untuk GM Tuhan datang malam ini di gudang gulita yang cuma dihuni cericit tikus da…

Puisi: Lebih Dekat dengan Engkau (Karya Joko Pinurbo)

Lebih Dekat dengan Engkau Tidak mudah mendapatkan waktu yang baik untuk menjumpai engkau. Pagi engkau masih tidur…

Puisi: Tikus (Karya Joko Pinurbo)

Tikus Banyak orang begitu jijik dan benci pada tikus, tapi perempuan lajang yang tinggal sendirian di rumahnya …

Puisi: Mata Air (Karya Joko Pinurbo)

Mata Air Di musim kemarau semua sumber air di desa itu mengering. Perempuan-perempuan legam berbondong-bondong menggendong gentong menuju se…

Puisi: Hujan Kecil (Karya Joko Pinurbo)

Hujan Kecil Hujan tumbuh di kepalaku. Hujan penyegar waktu. Memancur kecil-kecil. Merincik kecil-kecil. Dihiasi petir kecil-kecil. …

Puisi: Rendezvous (Karya Joko Pinurbo)

Rendezvous Kau sudah tak sabar menungguku di halaman rumah berdinding putih itu. Di atas bangku di bawah pohon cemara duduk seorang wanita sete…

Puisi: Mei (Karya Joko Pinurbo)

Mei : Jakarta, 1998 Tubuhmu yang cantik, Mei telah kaupersembahkan kepada api. Kau pamit mandi sore itu. …

Puisi: Hutan Karet (Karya Joko Pinurbo)

Hutan Karet (in memoriam: Sukabumi) Daun-daun karet berserakan. Berserakan di hamparan waktu. Suara mony…

Puisi: Tukang Cukur (Karya Joko Pinurbo)

Tukang Cukur Ia membabat padang rumput yang tumbuh subur di kepalaku. Ia membabat rasa damai yang merimbun …

Puisi: Tengah Malam (Karya Joko Pinurbo)

Tengah Malam Badai menggemuruh di ruang tidurmu. Hujan menderas, lalu kilat, petir dan ledakan-ledakan wakt…

Puisi: Perjalanan Pulang (Karya Joko Pinurbo)

Perjalanan Pulang Kadang ingin sangat aku pulang ke rumahmu. Setidaknya kubayangkan suatu senja aku datang ke ambang jendelamu, melongok waj…
© Sepenuhnya. All rights reserved.