Puisi Kahlil Gibran

Puisi: Antara Malam dan Fajar Pagi (Karya Kahlil Gibran)

Antara Malam dan Fajar Pagi Diamlah, hatiku, sebab ruang angkasa Tiada mendengarmu, karena suasana Sarat jeritan dan keluhan berat, Tiada suara kidun…

Puisi: Ampun, Jiwaku! (Karya Kahlil Gibran)

Ampun, Jiwaku! Mengapa menangis, Jiwaku? Kaudapatikah kelemahanku? Air matamu pedih melukai hati, Sebab kesalahan tidak kusadari. Sampai kapan engkau…

Puisi: Saudara-Saudara Sebangsaku (Karya Kahlil Gibran)

Saudara-Saudara Sebangsaku Apakah yang kaucari, Saudaraku setumpah darah? Inginkah kau agar kubangunkan bagimu Istana megah gemerlapan, dihiasi Kata-…

Puisi: Anakmu Bukan Milikmu (Karya Kahlil Gibran)

Anakmu Bukan Milikmu Anakmu bukan milikmu. Mereka putra-putri Sang Hidup yang rindu pada diri sendiri. Lewat engkau mereka lahir, namun tidak dari …

Puisi: Nyanyian Sukma (Karya Kahlil Gibran)

Nyanyian Sukma Di kedalaman relung sukmaku Menggema nyanyian tanpa kata; sebuah lagu yang bernafas di dalam benih hatiku, Yang tiada bercairkan oleh …

Puisi: Cinta yang Agung (Karya Kahlil Gibran)

Cinta yang Agung Adalah ketika kamu menitikkan air mata dan masih peduli terhadapnya Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu masih menungguny…

Puisi: Lagu Gelombang (Karya Kahlil Gibran)

Lagu Gelombang Pantai yang kokoh adalah kekasihku, Dan aku menjadi buah hatinya. Ketika akhirnya kami dipertautkan oleh cinta, Bulan pun menarikku da…
© Sepenuhnya. All rights reserved.