Puisi Kebaya

Puisi: Mitologi Keluarga Kami (Karya Zen Hae)

Mitologi Keluarga Kami : frans nadjira lihat, ibu mengunyah permen di beranda merasa burung di gaunnya berkicau. ada angin menerb…

Puisi: Tebesaya, Gadis Berputih Kebaya (Karya Aslan Abidin)

Tebesaya, Gadis Berputih Kebaya — "di tebesaya, aku gadis berputih-kebaya. telinga berselip bunga kamboja, yang putik-sarinya dapat kau lihat ra…

Puisi: Seorang Ibu Menangis (Karya Wowok Hesti Prabowo)

Seorang Ibu Menangis Seorang ibu mimpi anaknya tak kembali. Ia menangis Seorang ibu mimpi anaknya kembali. Ia menangis Hatinya salju. Ia bakar setage…

Puisi: Uluwatu (Karya Acep Zamzam Noor)

Uluwatu Karang-karang terjal menopang keagungan Dari setiap penjuru angin Jauh di bawahnya ombak laut berge…

Puisi: Kebaya Biru (Karya Armijn Pane)

Kebaya Biru Waktu senja gelap-gelapan, Gunung Guntur tegak menggagah, Kanannya langit kemerah-merahan, Embun mendatang kapas digobah. Danau hening, g…

Puisi: Kain Kebaya buat Ibu (Karya Ketut Syahruwardi Abbas)

Kain Kebaya buat Ibu Kalau sempat, kukirim selembar kain kebaya bersulam kembang-kembang merah muda. Tapi rinduku pada harum kembang kopi tak terajut…

Puisi: Bulan Sudah Mati (Karya Toto ST Radik)

Bulan Sudah Mati Neil Amstrong dan Nini Anteh berjalan-jalan di bulan. Alangkah nikmatnya, euy, nikmatnya al…

Puisi: Ibu Pasar Kumbasari (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Ibu Pasar Kumbasari subuh belum luruh kau telah menanak peluh di jalan-jalan becek pasar kota bergelut dengan bayang-bayang pagi …
© Sepenuhnya. All rights reserved.