Puisi Kehidupan

Puisi: Kita Tidak Sedang Menunggu (Karya Beni Setia)

Kita Tidak Sedang Menunggu Kita tidak sedang menunggu. Lepas dari kefanaan dan meluncur masuk keabadian. Mesk…

Puisi: Culas (Karya Rahman Arge)

Culas hati-hati, hidup ini cuma selembar daun dengan satu gerak culas ia robek Sumber:  Jalan Menuju Jalan (2007) Analisis Puisi: Puisi "Culas&q…

Puisi: Panorama Tanah Air (Karya Ajip Rosidi)

Panorama Tanah Air Di bawah langit yang sama manusia macam dua: Yang diperah dan setiap saat mesti rela mengurbankan nyaw…

Puisi: Tiada yang Lebih Aman (Karya Ajip Rosidi)

Tiada yang Lebih Aman Tiada yang lebih aman, pun tiada yang lebih nikmat Membayangkan masa lampau yang dalam kenangan terpahat. Tiada yan…

Puisi: Bisik Hidup (Karya Sutan Takdir Alisjahbana)

Bisik Hidup Ketika beta membuka jendela tersentuhlah pucuk kembang pengantin yang muda gembira memanjat di hadapan kantorku. Patahlah ia dan gugur ke…

Puisi: Ibarat (Karya Muhammad Yamin)

Ibarat Hidup di dunia seperti berdagang Membawa untung kian kemari Menempuh padang beberapa negeri Mencari kain pembalut tulang. Kalau …

Puisi: Kepada Orang Terlunta (Karya Aldian Aripin)

Kepada Orang Terlunta Menjalar kau sayang, matamu nanar Berputar-putar kau sayang, di lingkar lapar O dimana akan bersua rindu setia Baginya…

Puisi: Hidup di Dunia Hanya Sekali (Karya Sutan Takdir Alisjahbana)

Hidup di Dunia Hanya Sekali Mengapa bermenung mengapa bermurung? Mengapa sangsi mengapa menanti? Menarik men…

Puisi: Tokyo Menjelang Tengah Malam (Karya Ajip Rosidi)

Tokyo Menjelang Tengah Malam Aku berlari-lari menempuh waktu yang hampir luput Janji ke Osaka, tapi di sini masih tersangkut: Menokok-nokok …

Puisi: Hidup Menderita (Karya Yudhistira A.N.M. Massardi)

Sajak Hidup Menderita Sesuap nasi, selalu lewat begitu saja. Tanpa dikunyah Tidak ada olahraga. Semua hanya persis dan habis. Dan tid…

Puisi: Sajak Anak-Anak Mati (Karya Goenawan Mohamad)

Sajak Anak-Anak Mati Tiga anak menari tentang tiga burung gereja Kemudian senyap disebabkan senja Tiga lilin kuncup pada marmer meja…

Puisi: Prajurit Jaga Malam (Karya Chairil Anwar)

Prajurit Jaga Malam (Versi Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus) Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu? Pem…

Puisi: Menghalau Angkara Murka (Karya Diah Hadaning)

Menghalau Angkara Murka Irama semesta irama kehidupan tiba-tiba hilang tatanan lumat jentera waktu  angka hilang makna bilangan windu ja…

Puisi: Laut (Karya Amal Hamzah)

Laut Berdiri aku di tepi pantai Memandang lepas ke tengah laut Ombak pulang, memecah berderai Keribaan pasir rindu berpaut. Ombak data…
© Sepenuhnya. All rights reserved.