Puisi: Dendam Kesumat (Karya Ijoel Anderline) Dendam Kesumat Dendam kesumat telah bertahta, Lalu mereka berkoar meneriakkan keadilan... Mencaci maki dengan dalih perjuangan, Menghalalkan c…
Puisi: Kehidupan (Karya Asep S. Sambodja) Kehidupan angin berderai membawa sebutir debu jatuh di bawah pohon talas di kebun pak tani dia berucap terima kasih, Tuhan setetes air bening berguli…
Puisi: Hidup (Karya Sabar Anantaguna) Hidup Dampar sawah -- mata tak sampai ujungnya debur laut -- telinga tak dengar batasnya manusia punya dunia manusia punya hidupnya hidupnya punya da…
Puisi: Kupu-Kupu di Dalam Buku (Karya Taufiq Ismail) Kupu-Kupu di Dalam Buku Ketika duduk di stasiun bis, di gerbong kereta api, di ruang tunggu praktek dokter anak, di balai desa, kulihat…
Puisi: Hidup Ini Indah (Karya Kurniawan Junaedhie) Hidup Ini Indah Tiba-tiba: Kwak. Seekor burung gagak masuk menyelip di kaca jendela. Hutan kesepian. Kamu bergegas mengambil pistol. Dor. Kamu tem…
Puisi: Tiga Sajak Ringkas tentang Cahaya (Karya Sapardi Djoko Damono) Sajak Ringkas tentang Cahaya (1) Cahaya itu, yang sesat di antara pencakar langit, sia-sia mencari bayang-b…
Puisi: Lautan (Karya W.S. Rendra) Lautan Daratan adalah rumah kita dan lautan adalah kebebasan. Langit telah bersatu dengan samudra dalam jiwa dan dalam warna. …
Puisi: Refleksi Kehidupan (Karya Iriani R. Tandy) Refleksi Kehidupan Seandainya resah itu sejenak Kutitip pada semesta Dunia yang mengotakkan kita Pada sudut bentur, sudut tajam Maka aku tengah Berbi…
Puisi: Kita Tidak Sedang Menunggu (Karya Beni Setia) Kita Tidak Sedang Menunggu Kita tidak sedang menunggu. Lepas dari kefanaan dan meluncur masuk keabadian. Mesk…
Puisi: Culas (Karya Rahman Arge) Culas hati-hati, hidup ini cuma selembar daun dengan satu gerak culas ia robek Sumber: Jalan Menuju Jalan (2007) Analisis Puisi: Puisi "Culas&q…
Puisi: Panorama Tanah Air (Karya Ajip Rosidi) Panorama Tanah Air Di bawah langit yang sama manusia macam dua: Yang diperah dan setiap saat mesti rela mengurbankan nyaw…
Puisi: Tiada yang Lebih Aman (Karya Ajip Rosidi) Tiada yang Lebih Aman Tiada yang lebih aman, pun tiada yang lebih nikmat Membayangkan masa lampau yang dalam kenangan terpahat. Tiada yan…
Puisi: Bisik Hidup (Karya Sutan Takdir Alisjahbana) Bisik Hidup Ketika beta membuka jendela tersentuhlah pucuk kembang pengantin yang muda gembira memanjat di hadapan kantorku. Patahlah ia dan gugur ke…