Rasa Hidup
Bak tembakau atau asem-kawak
jika hidup kita swak atau mencang-mencong
terasa tak ada satu pun yang bermanfaat
semua seperti sia-sia
Kalaulah ada giliran urip kepenak, hidup enak
ada saja tekanan dari kanan-kiri, rongrongan
lantas datang kecewa, lantas nrimo, menyerah
padahal orang suka membanding-banding
Karena itu, tak datang juga Ratu Adil itu
dan rakyat tinggal menganga, beramai-ramai
bersama anak-cucu.
Sumber: Horison (Oktober, 1977)
Analisis Puisi:
Puisi "Rasa Hidup" karya Yudhistira A.N.M. Massardi menghadirkan potret kehidupan manusia yang pahit, getir, dan sarat sindiran sosial. Dengan memanfaatkan ungkapan-ungkapan lisan serta kosakata Jawa yang akrab, puisi ini menyoroti pengalaman hidup yang terasa serba tanggung, penuh tekanan, dan jauh dari harapan keadilan.
Tema
Tema utama puisi ini adalah kepahitan hidup dan kekecewaan sosial. Hidup digambarkan sebagai sesuatu yang tidak pernah benar-benar manis, bahkan ketika sesekali tampak menjanjikan kenyamanan.
Puisi ini bercerita tentang pengalaman hidup yang dirasakan “mencang-mencong”, tidak lurus, dan sering kali tak memberi manfaat. Ketika hidup terasa pahit, segalanya tampak sia-sia. Bahkan saat muncul peluang “urip kepenak”, tekanan dan rongrongan tetap datang, hingga manusia berakhir pada sikap nrimo dan menyerah.
Makna tersirat
Makna tersirat puisi ini adalah kritik terhadap struktur sosial yang membuat manusia sulit menikmati hidup secara utuh. Harapan akan keadilan dan kesejahteraan terus ditunda, sehingga rakyat hanya bisa menunggu dan membanding-bandingkan nasibnya dengan orang lain.
Suasana dalam puisi
Suasana dalam puisi cenderung muram, sinis, dan penuh kekecewaan. Nada yang datar dan lugas justru menegaskan rasa lelah kolektif dalam menjalani kehidupan yang tak kunjung adil.
Amanat / pesan yang disampaikan puisi
Amanat atau pesan yang disampaikan puisi dapat dibaca sebagai peringatan agar manusia tidak larut dalam kepasrahan yang membutakan. Sikap nrimo memang lahir dari tekanan hidup, tetapi jika diterima tanpa kesadaran kritis, ia justru memperpanjang ketidakadilan.
Puisi "Rasa Hidup" adalah puisi yang ringkas namun tajam. Yudhistira A.N.M. Massardi berhasil merangkum pengalaman pahit kehidupan personal sekaligus sosial, menghadirkan kritik halus terhadap budaya pasrah dan janji keadilan yang terus ditunggu namun tak pernah tiba.
Karya: Yudhistira A.N.M. Massardi
Biodata Yudhistira A.N.M. Massardi:
- Yudhistira A.N.M. Massardi (nama lengkap Yudhistira Andi Noegraha Moelyana Massardi) lahir pada tanggal 28 Februari 1954 di Karanganyar, Subang, Jawa Barat.
- Yudhistira A.N.M. Massardi dikelompokkan sebagai Sastrawan Angkatan 1980-1990-an.
