Puisi M. Poppy Hutagalung

Puisi: Pamit (Karya M. Poppy Hutagalung)

Pamit Kepada ibu ibu, apapun yang kutahu tentang hatimu betapa malangku memenggal jalan yang tersedia tapi hidup ini adalah hidupku cinta adalah nyaw…

Puisi: Malam Ini (Karya M. Poppy Hutagalung)

Malam Ini maka berceritalah bapa malam ini tentang karunia Allah yang besar ketika lonceng berbunyi dua belas kali kami berkumpul di meja makan katan…

Puisi: Ketika Bulan Lahir (Karya M. Poppy Hutagalung)

Ketika Bulan Lahir ketika bulan lahir ketika langitnya terang bersijajar bapa dan aku di depan rumah ku bertanya apakah bapa punya dongeng indah dan …

Puisi: Orang di Sebelahku (Karya M. Poppy Hutagalung)

Orang di Sebelahku Tengadah ia menatapku entah apa yang dipandang matakukah? kami sama berdiaman tak ada yang kami perkatakan tapi mata kami banyak b…

Puisi: Teja (Karya M. Poppy Hutagalung)

Teja jika padamulah rasa ini ditikamkan tikamlah pandang pada tiap mata yang menangkap pandangmu jika padamulah harap ini berlabuh labuhkan ia pada b…

Puisi: Tigaratus Ribu Rupiah (Karya M. Poppy Hutagalung)

Tigaratus Ribu Rupiah tergeletak ia, di tengah hiruk-pikuk manusia membangun mimpi harapan melangit: akan ada uang baginya hari ini tigaratus ribu ru…

Puisi: Undangan Seorang Ibu Bernama Pertiwi (Karya M. Poppy Hutagalung)

Undangan Seorang Ibu Bernama Pertiwi aku ingin mengundangmu datang ke rumahku yang besar tapi aku malu rumahku penuh dengan tikus dan kecoa tiada tem…

Puisi: Di Bawah Kepak Sayap yang Maha Sakti (Karya M. Poppy Hutagalung)

Di Bawah Kepak Sayap yang Maha Sakti (1) maka berguguranlah daun-daun ketika senyap mencekam gelap kabut rahasia menyelubung berguguranlah daun-daun …

Puisi: Hari Kemerdekaan (Karya M. Poppy Hutagalung)

Hari Kemerdekaan hari kemerdekaan adalah hari memanjat pohon pinang hari kemerdekaan adalah hari berburu bebek berenang hari kemerdekaan adalah hari …

Puisi: Perempuan Perkasa Itu Tak Punya Lampu Aladin (Karya M. Poppy Hutagalung)

Perempuan Perkasa Itu Tak Punya Lampu Aladin perempuan perkasa itu tak punya lampu aladin katakan kepada laut yang selalu pasang: perempuan perkasa i…

Puisi: Pada Suatu Bulan yang Cerah (Karya M. Poppy Hutagalung)

Pada Suatu Bulan yang Cerah pada suatu bulan yang cerah kutemui sepasang mata kujumpai sebuah hati baja mendenyut kejantanan di buluh-buluh nadinya m…

Puisi: Ciliwung Pagi (Karya M. Poppy Hutagalung)

Ciliwung Pagi Lincah tangan, lincah mata menyapa Ciliwungku coklat Padat mengancam duka Adakah padamu rahasia terbenam Dari beribu kesetiaan yang dis…

Puisi: Tak Satu pun yang Berhenti (Karya M. Poppy Hutagalung)

Tak Satu pun yang Berhenti Kepada anak-anakku tak satu-pun yang berhenti bila kumati tidak angin yang mendesir tidak ombak yang berdebur tidak awan y…

Puisi: Sajak (Karya M. Poppy Hutagalung)

Sajak dan tiba-tiba aku teringat padamu dalam sibukku yang beruntun berapa tahunkah sudah kulepas engkau dari pelukku? serasa gemetar seluruh tubuhku…

Puisi: Kereta Tua (Karya M. Poppy Hutagalung)

Kereta Tua kereta melewati kotaku sarat manusia, benda dan mimpi yang digantung dengus kepayahan merasuki rabu dan hati kelabu kereta melewati kotaku…

Puisi: Mengetuk Pintu-Mu (Karya M. Poppy Hutagalung)

Mengetuk Pintu-Mu mengetuk pintu-Mu demi waktu yang kian pendek adakah Engkau berdiri di sana menungguku dengan persediaan sejumlah tanya? mengetuk p…

Puisi: Sepanjang Jalan (Karya M. Poppy Hutagalung)

Sepanjang Jalan (pulang pergi ke sekolah) terkadang seperti mimpi berjalan ia di trotoar lalu bertanya pada diri: di mana hatiku? terkadang seperti m…
© Sepenuhnya. All rights reserved.