Puisi Mardi Luhung

Puisi: Ngagel (Karya Mardi Luhung)

Ngagel ...bersama Made Wirya Di kios majalah, kitab-kitab ramalan ditulis lewat tangan kiri, sedang yang kanan, mengutuki gambar porno serta sebu…

Puisi: Tukang Cukur (Karya Mardi Luhung)

Tukang Cukur Pilihkan kepala yang tengkorak-atasnya bisa dikupas, pikirannya bisa diremas, sebab di lanskap-belakang, penggerutu berbaris sambil mend…

Puisi: Syair Pohon yang Terbakar (Karya Mardi Luhung)

Syair Pohon yang Terbakar Pohon yang terbakar mengingatkan aku pada gedung-gaib yang juga terbakar di tempat bukan ini warnanya-api, api-aneh seperti…

Puisi: Onggok (Karya Mardi Luhung)

Onggok "Seperti priyayi, bayar aku dengan kopi dan beras, lalu aku dan kau bisa saling tukar-tubuh," "Kau pasti bukan Jawa, bukan Madu…

Puisi: Wanita yang Kencing di Semak (Karya Mardi Luhung)

Wanita yang Kencing di Semak Wanita yang kencing di semak takut apa, jengah apa? kerumitan-rahasianya terbuka pada rumput, batu dan tanah bayangan pu…

Puisi: Kota yang Terkutuk (Karya Mardi Luhung)

Kota yang Terkutuk Kota yang terkutuk adalah sekarung-tenung yang galau oleh bisik-bisik dan bom dan di atasnya, sekiat perut-matahari mengeringkan s…

Puisi: Arah (Karya Mardi Luhung)

Arah Aku mencintai yang tak terjangkau. Mencintai dengan kerahasiaan yang begitu membara dan tak lazim. Dan itu membuatku terbakar. T…

Puisi: Penyair Tidur (Karya Mardi Luhung)

Penyair Tidur Penyair tidur. Tidur di sebelah puisi yang juga tidur. Dan mulut penyair terbuka. Mulut puisi juga terbuka. Dari mulut pe…

Puisi: Bapakku telah Pergi (Karya Mardi Luhung)

Bapakku telah Pergi Bapakku telah pergi menemui pembakaran ruang suci tempat selesaian tapi ekor-ekor yang ditinggalnya membelit tu…

Puisi: Telur Asin (Karya Mardi Luhung)

Telur Asin Aku memakan telur asin. Dengan kuning yang berminyak. Dan aku teringat padamu. Yang pernah berseloroh: "Kau tahu, waktu lahi…

Puisi: Ciuman Bibirku yang Kelabu (Karya Mardi Luhung)

GIRI: Ciuman Bibirku yang Kelabu Seperti bangun-bangunan batu yang tebal aku ciumi dindingmu dengan bibirku yang kelabu lantaran kedua ka…
© Sepenuhnya. All rights reserved.