Puisi: Lintasan (Karya Mardi Luhung) Lintasan (: ali, kholil, bapak, dan hujan) Ini masih puasa ketiga-belas. Tapi aku menyangka sudah kedua-puluh-lima. Pagi dan sore yang menjen…
Puisi: Telur Bebek dan Leher (Karya Mardi Luhung) Gresik: Telur Bebek dan Leher Ada amsal tentang kenangan awal. Kenangan pada jajaran rumah yang berubin tebal dan bertembok tinggi. S…
Puisi: Sekak Mati (Karya Mardi Luhung) Sekak Mati "Sekak mati!" katamu. Dan itu membuat dadaku berdegup. Dan itu juga membuat jantungku mengerut. Terus memipih. Menge…
Puisi: Kepada Cinta (Karya Mardi Luhung) Kepada Cinta "Jika aku datang, maka aku luka!" Begitu katamu padaku. Dan aku, yang semalaman menunggu di ruangan, seperti tak lelah-lela…
Puisi: Maret (Karya Mardi Luhung) Maret Pada batu yang bertulis satu nasibnya sendiri Aku letakkan satu nasibku yang juga sendiri Waktu adalah pipi lautanmu yang membent…
Puisi: Kota yang Terkutuk (Karya Mardi Luhung) Kota yang Terkutuk Kota yang terkutuk adalah sekarung-tenung yang galau oleh bisik-bisik dan bom dan di atasnya, sekiat perut-matahari mengeringkan s…
Puisi: Sangkuriang (Karya Mardi Luhung) Sangkuriang Karena aku tak percaya dia adalah ibuku, maka aku tetap jatuh cinta padanya. Lalu ingin memburunya. Memikatnya. Dan mengajaknya ke pan…
Puisi: Patah Hati (Karya Mardi Luhung) Patah Hati (: di rumah gus minin giri) Memang, di hutan yang gelap, cahaya kunang-kunang demikian kecil. Tapi meski kecil, ikutilah denga…
Puisi: Jubah (Karya Mardi Luhung) Jubah (: belajar dari al-busairi) Kaulah matahari . Kaulah bulan. Kaulah awan, gunung, dan udara. Kaulah yang membuat yang ada jadi merun…
Puisi: Arah (Karya Mardi Luhung) Arah Aku mencintai yang tak terjangkau. Mencintai dengan kerahasiaan yang begitu membara dan tak lazim. Dan itu membuatku terbakar. T…
Puisi: Yang Mendayung (Karya Mardi Luhung) Yang Mendayung Aku terlalu tua untuk mengejar ke mana arah impianmu kau dayung. Balapan ini harus diakhiri. Panji di pulau-pulau biarlah untukmu…
Puisi: Ular-Tangga (Karya Mardi Luhung) Ular-Tangga (merah-mudanya lan fang) Kau pergi ke bulan. Dengan gairah dan bualan yang pernah mengawetkan jalur sulur air matamu. Sebab di i…
Puisi: Anak (Karya Mardi Luhung) Anak Lahir dari endapan cahaya terpancar dari perairan dalam tulang anak adalah batu-batu terusan yang akan menimbun atau membangun b…