Puisi Muhammad Haji Salleh

Puisi: Jarak (Karya Muhammad Haji Salleh)

Jarak usia menganugerahkan jarak memberi mata untuk melihatnya memisah kehendak dari nilai memilih makna dan bahasa yang kulihat kurasa melalui masa …

Puisi: Nokturno (Karya Muhammad Haji Salleh)

Nokturno malam ini kita punya laut dan langit untuk menolong kita hidup. angin yang datang dari belakang memujuk kita mencoba keluasan di depan, meny…

Puisi: Potret Diri (Karya Muhammad Haji Salleh)

Potret Diri di kaca malam yang disalut oleh raksa rusuh terlintas wajah diri jauh dan separuh sedia dengan apakah akan kubaca bayang? dengan kata-kat…

Puisi: Sementara (Karya Muhammad Haji Salleh)

Sementara di sisi hutan dan julangan batu semua jalan sementara. di sisi mendung bersih dan bukit yang berpeta kurun semua pengembara sementara. dala…

Puisi: Musim Gugur (Karya Muhammad Haji Salleh)

Musim Gugur ini musim api maya di kala tahun dibakar oleh dirinya langit merenung bingung akan warna yang beralih watak dan puncak menjalar turun kun…

Puisi: Pintu (Karya Muhammad Haji Salleh)

Pintu pada peluang pertama dia menyingkirkan linkung riuh dan menanggalkan tuntutan, manakala akal tidak menentang dan berbalahan menguatkan arah. Ya…

Puisi: Mengukur Kota (Karya Muhammad Haji Salleh)

Mengukur Kota kuukur kotamu dengan sepiku. kukenalimu seperti kukenali diriku dengan dekat dan benci. bata murung membina gedung memanjat tahun dan m…

Puisi: Hujan Malam (Karya Muhammad Haji Salleh)

Hujan Malam sebuah tasik malam yang memanjang dan gelap hingga pesisir kesedaran. kuseberangi dengan kapal hujan. rintik pada daun menderukan gerak, …

Puisi: Takluk Silam (Karya Muhammad Haji Salleh)

Takluk Silam waktu datang, bising, berhenti di setesan masa ini giliranmu, kawan, untuk menaiki gerabak mabuknya. aku turun di sini tangan kesemutan …
© Sepenuhnya. All rights reserved.