Puisi: Kecewa (Karya Sariamin Ismail) Kecewa Oi tengah suatu padang yang luas, Kelihatan benda indah cemerlang; Berkilat-kilatan ditimpa panas, Menyilaukan mata gilang-gemilang. Tet…
Puisi: Empat Sajak Nasehat (Karya Raudal Tanjung Banua) Sajak Nasehat (1) Kotek-kotek induk ayam bertelur lima menetes tiga jangan begitu, katamu sedikit berbuat ribut sekampung o, induk katung …
Puisi: Tidak Selamanya Kita Kan Bersedih, Bukan? (Karya Budiman S. Hartoyo) Tidak Selamanya Kita Kan Bersedih, Bukan? Tidak selamanya kita kan bersedih, bukan? Sandiwara akhirnya kan menemukan penyesalannya. Bukan di …
Puisi: Gurindam Dua Belas (Karya Raja Ali Haji) Gurindam Dua Belas (1) Barang siapa tiada memegang agama, Sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama. Barang siapa mengenal yang empat, Maka…
Puisi: Ketika Waktu Memanggil (Karya Kurniawan Junaedhie) Ketika Waktu Memanggil ( Gus Dur wafat dalam usia 69 tahun ) Ketika waktu memanggil Tak ada yang hilang dari…
Puisi: Nasehat Orangtua (Karya Toto ST Radik) Nasehat Orangtua Anakku, jika ingin hidup makmur Jangan pernah jadi ketua Jadilah wakil saja: wakil rakyat. Serang, 2002 Sumber: Pangeran […
Puisi: Laut (Karya Amal Hamzah) Laut Berdiri aku di tepi pantai Memandang lepas ke tengah laut Ombak pulang, memecah berderai Keribaan pasir rindu berpaut. Ombak data…
Puisi: Bayi Lahir Bulan Mei 1998 (Karya Taufiq Ismail) Bayi Lahir Bulan Mei 1998 Dengarkan itu ada bayi mengea di rumah tetangga Suaranya keras, menangis berhiba‐hiba Begitu lahir ditating tan…
Puisi: Dengan Kasih Sayang (Karya W.S. Rendra) Dengan Kasih Sayang Dengan kasih sayang kita simpan bedil dan kelewang punahlah gairah pada darah. Jangan! Jangan dibunuh par…
Puisi: Kita Adalah Sama (Karya A. Munandar) Kita Adalah Sama Melihat dari kita yang membentuk diri kita yang membalut nama di balik kita Tidakkah mengherankan mata yang sama, hidung yan…
Puisi: Juga Waktu (Karya Subagio Sastrowardoyo) Juga Waktu Kita tak pernah memiliki Rumah yang kita diami semusim telah dituntut kembali Dan tanah yang kita pijak makin larut dalam p…