Puisi Pudwianto Arisanto

Puisi: Semua Menulis Klenik (Karya Pudwianto Arisanto)

Semua Menulis Klenik kusimpan matahari merintih dalam galau bukit, dan humus di pertapaannya bangkit menyepuh kegusaran di bawah yang tercabik-cabik…

Puisi: Piaraan Pupuk (Karya Pudwianto Arisanto)

Piaraan Pupuk aku bangkai di dalam molekul-molekul pabrik piaraan pupuk kuli pasar Klewer, jerit-jerit ramah dekat kuburan, bisa jadi begawan gejolak…

Puisi: Berpeluk Erat Wewangian (Karya Pudwianto Arisanto)

Berpeluk Erat Wewangian lamat-lamat aku gedor pusar bunda jiwa cair merobek hati tanah: belpeluk erat wewangian rambati telapak kaki semut, nisan ibu…

Puisi: Memikul Gelisah Kiriman (Karya Pudwianto Arisanto)

Memikul Gelisah Kiriman di pedalam embun meleleh udara kotor dan rambu-rambu lalu lintas kacau, puluhan kata habis greget dalam gagang telepon. lalu …

Puisi: Khasiat Transformasi Panik (Karya Pudwianto Arisanto)

Khasiat Transformasi Panik sakit diperdaya resep, pertemuan yang diulang-ulang itu sibuk menerima inskuksi: pangkal paha disudahi injeksi perasan sul…

Puisi: Menerpa Lensa Kamera (Karya Pudwianto Arisanto)

Menerpa Lensa Kamera iring-iringan mobil menyemut sejajar kali mas yang kusam belepotan kaleng rombeng, sampah, comberan pabrik, kondom kotoran warga…
© Sepenuhnya. All rights reserved.