Puisi Ramadhan

Puisi: Magrib Ramadan (Karya Munawar Syamsuddin)

Magrib Ramadan Setetes senja Tergenang merah kesumba Mengambang di pelupuk Mataku membasah di ufuk Setetes air mata Menangis…

Puisi: Ramadhan (Karya A. Rahim Eltara)

Ramadhan Ramadhan Ya Ramadhan siang malam sayapmu mengepak cahaya yang berkibar-kibar atas sajadah mered…

Puisi: Hujan Ramadhan (Karya Moh. Ghufron Cholid)

Hujan Ramadhan Langit tak dapat menahan rindu Bumi tak dibiarkan  kering Hujan dikirim sebagai salam pengantar Biar tiap diri berdebar Menyambut dan …

Puisi: Rindu Ibu (Karya Abdul Wachid B. S.)

Rindu Ibu Ibu, di ambang bulan, di ramadhan ini di dini hari di saat subuh menanti kulayangkan fatihah berk…

Puisi: Doa di Akhir Ramadhan (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Doa di Akhir Ramadhan jika puasaku kulalui penuh sebulan hari-hariku selalu kulabuhkan untuk mengingat-Nya dan malam-malamku tak alpa…

Puisi: Ramadhan (Karya Sutardji Calzoum Bachri)

Ramadhan Ramadhan datang Jangan terpesona Dalam lapar dahaga Ramadhan datang Mari kita pesta Melagu …

Puisi: Kepada Bulan (Karya Herman RN)

Kepada Bulan Kau segera pergi Tinggalkan aku di sini Dalam himpunan doa-doi Berharap kita bertemu lagi Kuminta atau tidak Kutahu kau…

Puisi: Sampai ke Idul Fitri (Karya L.K. Ara)

Sampai ke Idul Fitri Ya Allah Inilah sujudku di bulan ramadhan Kening menyentuh sajadah Shalat malam yang nyaman Oleh angin …

Puisi: Aku Ingin Kembali Jadi Mempelai (Karya Dimas Arika Mihardja)

Aku Ingin Kembali Jadi Mempelai Marhaban ya ramadhan izinkan aku kembali menjadi mempelai duduk di singgasan…

Puisi: Ramadhan (Karya Damiri Mahmud)

Ramadhan panaskan aku di tungku perapian ini biar terbakar lapar pupus haus menjalar seluruh pori panaskan badan di tungku mengelegak kobaran api bia…

Puisi: Ramadhan Malam (Karya Damiri Mahmud)

Ramadhan Malam Malam dalam rakaat patah-patah Malam tengah malam huruf yang tertatih lelah Meniti hening Allah 23  Ramadhan 1431 Analisis Puisi : Pui…

Puisi: Malam Seribu Bulan (Karya Damiri Mahmud)

Malam Seribu Bulan Unggas diam Pohon diam Angin diam Rumah diam Kota diam Istana diam Nafsu diam Diam hurufku Diam ejaku Diam bibirku Hati gemuruh me…

Puisi: Lentera Hati di Bulan Suci Ramadan (Karya Kang Thohir)

Lentera Hati di Bulan Suci Ramadan Puasa, aku menyelami arti keikhlasan dan kesabaran itu sendiri Menatap kepercayaan diri Ada hikmah di balik mister…

Puisi: Lailatur Qadar (Karya Hasbi Burman)

Lailatur Qadar Tak ada seperti dulu lagi Wangi meugang dan gurih rendang Asap lemang Ramadan dengan renda iman Adalah Lailatul Qadar pemb…

Puisi: Fenomena Buka (Karya Damiri Mahmud)

Fenomena Buka Masjid-masjid penuh Dapur-dapur gemuruh Meja makan hidangan riuh Perut penuh Menyimbur peluh Analisis Puisi: Puisi pendek berjudul &quo…

Puisi: Isyarat Lailatul Qadar (Karya Gunoto Saparie)

Isyarat Lailatul Qadar malam pun sunyi saat aku di pelataran ada seberkas cahaya menerpa hati gersang ada rahmat terlimpah pada seluruh umat …
© Sepenuhnya. All rights reserved.