Puisi: Empat Sajak Nasehat (Karya Raudal Tanjung Banua) Sajak Nasehat (1) Kotek-kotek induk ayam bertelur lima menetes tiga jangan begitu, katamu sedikit berbuat ribut sekampung o, induk katung …
Puisi: Babaranjang (Karya Raudal Tanjung Banua) Babaranjang Aku melihat legam punggungmu, ayah atau orang lain seperti ayah, berkelebat begitu dekat, dengan…
Puisi: Antariksa Dada (Karya Raudal Tanjung Banua) Antariksa Dada Di bawah langit tak ada langit: bumi yang tidur menunggu bangkit. Di atas langit: bintang-bintang - surga usah dibilang ja…
Puisi: Di Pelabuhan Gresik (Karya Raudal Tanjung Banua) Di Pelabuhan Gresik (bagi kawan Mardiluhung) Mampir malamhari, angin keras, sauh berkarat asin laut tercecap …
Puisi: Teka-Teki Riau (Karya Raudal Tanjung Banua) Teka-Teki Riau ( - sebuah variasi teka-teki rakyat ) Berpayung bukannya raja bersisik bukannya ikan dulu k…
Puisi: Sajak Mencari Kutu (Karya Raudal Tanjung Banua) Sajak Mencari Kutu (– kenangan kecil bersama ibu) Kau tahu, mencari kutu tak selalu di tubir pintu sambil me…
Puisi: Jalan ke Bukit Penuh Duri (Karya Raudal Tanjung Banua) Jalan ke Bukit Penuh Duri (- untuk Afrizal Malna ) Ya, jalan ke bukit sudah berubah dalam langkahku kini; …
Puisi: Sampah-Sampah Mengapung (Karya Raudal Tanjung Banua) Sampah-Sampah Mengapung Ini zaman sampah-sampah mengapung orang-orang gugur di mataku tiap hari makin banyak yang kubenci dan yang membenci…
Puisi: Pinangan Nasib (Karya Raudal Tanjung Banua) Pinangan Nasib Tuhan menjodohkan aku dengan nasib tak dikenal hingga percintaan kami terasa ganjil. Kadang dengan riang kami berpeluk …
Puisi: Ayah dan Burung-Burung (Karya Raudal Tanjung Banua) Ayah dan Burung-Burung Aku terbayang ayah yang melangkah di pematang sawah kenangan. Sesekali langkahnya tertegu…
Puisi: Ceritakan Padaku tentang Ikan (Karya Raudal Tanjung Banua) Ceritakan Padaku tentang Ikan (: Wahida) Ceritakan padaku tentang ikan yang tiap hari melintas menyapamu D…