Puisi: Peta Tikar Pandan (Karya Raudal Tanjung Banua) Peta Tikar Pandan (– teringat nenek) Sebuah peta tak mesti lahir dari panjang perjalanan. Bahkan juga dala…
Puisi: Nonton Wayang di Alun-Alun (Karya Raudal Tanjung Banua) Nonton Wayang di Alun-Alun (1) Bayang-bayang tak melulu hitam Di kelir membias warna dan tatahan tangan purba. Diciptanya dunia : dukana. …
Puisi: Episode Burung-Burung (Karya Raudal Tanjung Banua) Episode Burung-Burung (1) Burung-burung blekok Burung-burung kuntul Paruh-paruh yang bengkok Bisakah bersuara atau sekedar bersi…
Puisi: Kopi Hitam Arang (Karya Raudal Tanjung Banua) Kopi Hitam Arang Kopi hitam arang nyalakan mata kami di warung-warung redup pinggir jalan Seperti biji…
Puisi: Seorang Lapar (Karya Raudal Tanjung Banua) Seorang Lapar Seorang lapar meminta nafas kepada batu-batu dan cadas Kaukah yang menutup mata saat fajar tel…
Puisi: Kalau Duka Bertampuk (Karya Raudal Tanjung Banua) Kalau Duka Bertampuk Kalau duka bertampuk aku akan menjinjingnya - Beni Setia Dukaku tak bertampuk ba…
Puisi: Ibu di Sepanjang Puisiku (Karya Raudal Tanjung Banua) Ibu di Sepanjang Puisiku Ibu adalah ruh dalam diriku. Di malam penuh ilham, malam kemilau bintang-bintang ib…
Puisi: Bahasa di Pantai Masih yang Dulu (Karya Raudal Tanjung Banua) Bahasa di Pantai Masih yang Dulu (untuk Bapak Max Arifin) Pemandangan di pantai tidak mengubah rangkaian bah…
Puisi: Kerajaan Karang (Karya Raudal Tanjung Banua) Kerajaan Karang Di langit Bulan pun kekasih karang. Madura-Yogya, 2013-2014 Analisis Puisi: Puisi "…
Puisi: Manado Tua (Karya Raudal Tanjung Banua) Manado Tua Gunung tua Manado Tua bertapa di laut tua Bukit-bukit remaja Minahasa menggeraikan rambut jagung menggodanya Gunung-gunu…
Puisi: Di Pelabuhan Gresik (Karya Raudal Tanjung Banua) Di Pelabuhan Gresik (bagi kawan Mardiluhung) Mampir malamhari, angin keras, sauh berkarat asin laut tercecap …
Puisi: Kau yang Menggunting Karcis Hidupku (Karya Raudal Tanjung Banua) Kau yang Menggunting Karcis Hidupku Kau yang menggunting karcis hidupku dan memeriksanya tiap waktu adakah k…
Puisi: Batang Nilau (Karya Raudal Tanjung Banua) Batang Nilau Pada hari aku pergi sebatang nilau berkilau di tepi ladang diurapi matahari pagi baru datang …