Aceh masih belum baik-baik saja.

Puisi Rini Intama

Puisi: Tanpa Suara (Karya Rini Intama)

Tanpa Suara Kerontang jiwa, kerontang raga tatap kosong melompong menggadai rindu tak bergejolak tertikam …

Puisi: Aku dan Kataku (Karya Rini Intama)

Aku dan Kataku Aku dan kata mencintaimu, menyelinap di antara syair-syair mengalir bersama butir-butir pasir laut, bukankah sama seperti ketika men…

Puisi: Hujan (Karya Rini Intama)

Hujan Sang hujan mematut diri sebagai kelayakan dalam cermin usang dan coreng warna jelaga Langit tetap meme…

Puisi: Tanah Kita (Karya Rini Intama)

Tanah Kita Kita sudah mulai menua, sama tua dengan tanah kita berjenjang waktu Kidungku menggelombang rind…

Puisi: Buat Sahabat (Karya Rini Intama)

Puisi buat Sahabat di sana kau menulis dunia seperti menoreh sejarah tak sengaja bagaimana penamu bicara jenaka penuh tawa ah... menabur pesona-peson…

Puisi: Sajak Kematian (Karya Rini Intama)

Sajak Kematian Kelam menggenggam cekam tapi gumpalan awan menyemai damai ketika jingga senja menebar atau suara f…

Puisi: Sajak Nelayan Tua (Karya Rini Intama)

Sajak Nelayan Tua Lelaki itu Nelayan tua mengeja hari mengusap wajah membisik kalimat lirih maaf pada seluru…

Puisi: Sabar (Karya Rini Intama)

Sabar Sabar adalah ketika mengulir kata di tepian batu memipih bulir embun di gelombang kelopak mawar Sabar adalah ketika meremang malam ya…

Puisi: Tuhan Tak Marah (Karya Rini Intama)

Tuhan Tak Marah Ketika aku marah seperti sempurnanya Tuhan meredam amarah karena Tuhan tak marah. Tuhan ta…

Puisi: Gemuruh (Karya Rini Intama)

Gemuruh Tanah, pasir-pasir, debu-debu gemuruh angin menyapu luka Tak peduli suara indah berlumur madu …

Puisi: Rindu (Karya Rini Intama)

Rindu ( 1) Seperti ketika kecil memaksa ingin rebah di dada ibu samar suara rindu menggelincir aliri pembuluh nadi seperti ketika memaksa ingin berla…

Puisi: Mimpi Anak-Anak (Karya Rini Intama)

Mimpi Anak-Anak Melompati pagar berduri siang hari Menghambur sambangi tanah lapang berilalang Mengarungi air hingga tengah telaga Tawa riang, cahaya…

Puisi: Doa Kecil (Karya Rini Intama)

Doa Kecil ada doa kecilku hari ini  tentang nikmatnya puasa dan sajadah yang kau gelar kemarin dan itu selalu kau ingatkan padaku tentang mata-mata y…

Puisi: Lindap (Karya Rini Intama)

Lindap Jika bisa memilih, perempuan itu memilahnya perlahan lalu menuangkan ke dalam bejana cantik tapi dia …
© Sepenuhnya. All rights reserved.