Puisi: Tak Ada yang Menangis Untukmu (Karya A. Munandar) Tak Ada yang Menangis Untukmu Mungkin wajahnya melambangkan sesuatu yang menyenangkan dan hatinya terbentuk …
Puisi: Tentang Kita (Karya A. Munandar) Tentang Kita Betapa buruknya untuk menyadari, bahwa semua yang aku lakukan demimu adalah semua yang tidak akan pernah kau lakukan demiku. Bahkan u…
Puisi: Air Mata Ibu (Karya Nanang Suryadi) Air Mata Ibu butiran bening yang menggelincir lewat pipi keriput dipahat angin dan waktu. menjelmalah negeri-negeri yang penuh kenangan…
Puisi: Yang Terusir (Karya Nenden Lilis Aisyah) Yang Terusir kau boleh saja mengusirku dari depan pintu atau menyuruhku pergi ke jalanan sepi tapi aku tak akan terusir dari waktu 2015 Sumber: Masku…
Puisi: Meninggalkanmu (Karya Fitri Yani) Meninggalkanmu kita pernah memandang satu arah yang kukuh memastikan warna musim dan melantunkan syair-syair malam hingga bulan mendarat d…
Puisi: Nisan (Karya Chairil Anwar) Nisan Untuk Nenekanda Bukan kematian benar menusuk kalbu Keridhaanmu menerima segala tiba Tak kutahu setinggi itu di atas d…
Puisi: Rintik-Rintik (Karya Raedu Basha) Rintik-Rintik Bacalah sajak ini pelan-pelan seperti kau menyimak gerimis di ujung hujan jatuh satu-persatu rintik perlahan dan kenangkan …
Puisi: Untukmu (Karya Fiersa Besari) Untukmu Untukmu... Yang pernah datang dan mengubah segala rencana Yang pernah menghentikan segala gundah gulana Untukmu... Yang pernah menjadikan ha…
Puisi: Tengah Malam (Karya Joko Pinurbo) Tengah Malam Badai menggemuruh di ruang tidurmu. Hujan menderas, lalu kilat, petir dan ledakan-ledakan wakt…
Puisi: Aku Ingin Menangis di Pelukanmu (Karya Dimas Indiana Senja) Aku Ingin Menangis di Pelukanmu. ( Violet ) Aku ingin menangis di pelukanmu, katamu padaku. Di sebuah ruangan y…
Puisi: Izinkan Aku Menangisi Airmatamu (Karya Dimas Indiana Senja) Izinkan Aku Menangisi Airmatamu Zah, Aku ingat pertemuan kali pertama kita, di sini. Sepetak ruang yang teramat sesak udaranya. Bangku-bangku bun…
Puisi: Tak Sepadan (Karya Sam Haidy) Tak Sepadan Kau mungkin bisa menemukan berjuta sepertiku. Tapi aku bahkan tak pernah berpikir akan menemukan separuh sepertimu. Analisi…
Puisi: Jejak Terputus-putus (Karya Leon Agusta) Jejak Terputus-putus Sudah sia-sia menunggu Tak sempat lagi bahkan buat bicara Walau sesaat rasa gegas datang memisah Esok a…
Puisi: Kau Boleh Menangis (Karya Mahdi Idris) Kau Boleh Menangis Kau boleh menangisi kepergianku yang pernah singgah mengisah di bilik tua tentang sekerat cinta yang kutaburi gu…
Puisi: Ketika Aku Memetik sebuah Jambu (Karya Mawie Ananta Jonie) Ketika Aku Memetik sebuah Jambu Ketika aku memetik sebuah jambu siang itu di halaman, dari langkan rumah tua …