Puisi Sedih

Puisi: Orkestra Bunga Gugur (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Orkestra Bunga Gugur Akhirnya hanya kesunyian yang kuterima dari bingkai lukisan. Pada dinding itu -tak ada…

Puisi: Mentari di Balik Kabut (Karya Yanti Harbi)

Mentari di Balik Kabut 'Ku terdiam dalam luka yang melebam, mengaduh, sakit 'ku teredam dalam gelora yang tak padam kesepian dalam redupmu ya…

Puisi: Yang Pergi di Waktu Malam (Karya D. Kemalawati)

Yang Pergi di Waktu Malam Aku masih terjaga menanti kepulanganmu betapa malam telah sepi desahmu penuh duka …

Puisi: Kita Lupa Memberi Harga (Karya A. Munandar)

Kita Lupa Memberi Harga Kita lupa memberi harga pada semua yang pernah kita miliki. Kita lupa memberi harga pada semua yang membawa …

Puisi: Tentang Cinta yang Lebih (Karya D. Kemalawati)

Tentang Cinta yang Lebih Barangkali terlanjur kukabarkan tentang kesetiaan sedang penantian terlanjur panjang dan ketika timbul kesadaran …

Puisi: Masihkah Kau Ingat? (Karya A. Munandar)

Masihkah Kau Ingat? Yang tak pernah jemu Yang selalu menagih pilu Ai, ada yang ingin kutanyakan padamu:     Masihkah kau ingat …

Puisi: Melepaskan (Karya Fiersa Besari)

Melepaskan Kita pernah merencanakan banyak hal. Menggebu-gebu, seperti remaja baru mengenal rasa. Setiap hari ada saja yang diceritakan. Dari segudan…

Puisi: Siang dan Malam Tak Memisah Hujan (Karya Leon Agusta)

Siang dan Malam Tak Memisah Hujan Siang dan malam tak memisah hujan. Juga sepi Waktu kita tengadah ke langit, tak terkilas apa-apa Cuma ara…

Puisi: Ya Allah, ya Rabbana (Karya Marah Roesli)

Ya Allah, ya Rabbana (Syair Sitti Nurbaya) Ya Allah, ya Rabbana, Tiadakah kasih hamba yang hina? Menanggung siksa apalah guna, Biarlah hanyut ke mana…

Puisi: Pada Waktu yang Mana (Karya Muhammad Rois Rinaldi)

Pada Waktu yang Mana Entah pada waktu yang mana aku telah membuat persetujuan untuk menutup rapat hati me…

Puisi: Mimpi Kita Bertuan Rindu (Karya A. Munandar)

Mimpi Kita Bertuan Rindu : H & A Mimpi kita bertuan rindu Tak tentu ke mana hati 'kan berpalu. Ke tengahkah atau ke hulu…

Puisi: Reklame Bunuh Diri (Karya Beno Siang Pamungkas)

Reklame Bunuh Diri Mungkin ini terdengar konyol, atau tepatnya bodoh seorang lelaki menyerahkan lehernya dan menyatakan cinta kepada s…

Puisi: Episode Air Mata (Karya A. Munandar)

Episode Air Mata ( 1) Dengan hati dengan hati-hati senja sebagai saksi perasaan sebagai bukti Dua manusia asing bertemu, berb…

Puisi: Pertempuran Batin (Karya A. Munandar)

Pertempuran Batin Membingungkan betapa kita menenun dan terus menenun kejujuran demi kejujuran hanya demi melahirkan satu kebohongan yang kita se…
© Sepenuhnya. All rights reserved.