Puisi Sindiran

Puisi: Doa Penguasa (Karya Toto ST Radik)

Doa Penguasa (1) Ya, Tuhan Yang Maha Kuasa Aku memujamu, aku memujamu Karena aku ingin berkuasa selamanya. …

Puisi: Pat Pat Gulipat (Karya Toto ST Radik)

Pat Pat Gulipat Hidup ini pat pat gulipat Tambah jimat dapat berlipat Mumpung masih jadi pejabat Buat apa ngurus rakyat. Serang, 2002 Sumb…

Puisi: Hari Kemerdekaan (Karya M. Poppy Hutagalung)

Hari Kemerdekaan hari kemerdekaan adalah hari memanjat pohon pinang hari kemerdekaan adalah hari berburu bebek berenang hari kemerdekaan adalah hari …

Puisi: Bisa Jadi (Karya Catur Stanis)

Bisa Jadi bisa jadi akulah penyair salon dengan secawan anggur di tangan ku pinang rembulan dalam dekapan bukan ku tak ingin m…

Puisi: Kepada Seorang Penyanyi Dangdut (Karya Acep Zamzam Noor)

Kepada Seorang Penyanyi Dangdut Di tengah melambungnya harga-harga Suaramu semakin merdu saja. Di tengah membengkaknya hutang negara Waj…

Puisi: Bisakah Kita Ganti Arti Demokrasi (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Bisakah Kita Ganti Arti Demokrasi Seperti inikah nuansa demokrasi saat partai politik giat memonopoli calon-calon pemimpin yang hendak naik …

Puisi: Masalah Menara Babil (Karya Remy Sylado)

Masalah Menara Babil Ayam di Tanjungpinang, berkokok Ayam di Magelang, kluruk Ayam di Sumedang, kongko…

Puisi: Teks Atas Tao (Karya Remy Sylado)

Teks Atas Tao Yang mengerti malah tidak bicara Yang tak mengerti malah banyak bicara. Sumber: Puisi Mbeling (Kepustakaan Populer Gramedia,…

Puisi: Indonesia, Masihkah Engkau Tanah Airku (Karya Husni Djamaluddin)

Indonesia, Masihkah Engkau Tanah Airku? Indonesia tanah airku tanah tumpah darahku di sanalah aku digusur dari tanah leluhur Indonesia tanah airku ta…

Puisi: Menjadi Presiden (Karya Muhammad Rois Rinaldi)

Menjadi Presiden Sudah, aku saja yang menjadi presiden aku juga bisa berpura-pura karena aku lahir dari rahim sandiwara. Aku juga pandai…

Puisi: Partai Jujur (Karya Toto ST Radik)

Partai Jujur Jangan pilih partai kami Sebab kami sesungguhnya penipu Janji kami ialah kursi kami, fulus kami…

Puisi: Sajak Puntung (Karya Remy Sylado)

Sajak Puntung Pikiran tua yang kedaluwarsa adalah puntung di dalam asbak. Orang mengenali perokoknya perempuan kerna merah lipstik membeka…

Puisi: Di Sebuah Restoran Indonesia (Karya Agus R. Sarjono)

Di Sebuah Restoran Indonesia, Juni 1998 Berilah kami sepiring makanan, dengan menu bergizi. Maafkan kami. S…

Puisi: Manila Bay, Senja (Karya Soni Farid Maulana)

Manila Bay, Senja Aku mendengar debur lautan yang maut Hari kembang luruh ke tanah O para gadis yang digadai buas peradaban Kota besar; tentanglah ha…

Puisi: Baju Baru (Karya Joko Pinurbo)

Baju Baru Hari ini bapak gajian. Gaji bapak naik sedikit, harga-harga naik banyak. Bapak belikan aku baju, …
© Sepenuhnya. All rights reserved.