Puisi Singkat

Puisi: Natal bagi Musuh-Musuhku (Karya Kriapur)

Natal bagi Musuh-Musuhku Aku tak mampu membeli daun-daun ini fajar dengan bangunan dari air biru membebaskan ketaklukan diriku dan merek…

Puisi: Sahabat (Karya Agam Wispi)

Sahabat dua kali dimamah maut oleh cinta hidup tertambat baru berarti mereguk hidup jika derita duka sah…

Puisi: Kekasih (Karya W.S. Rendra)

Kekasih Kekasihku seperti burung murai suaranya merdu. Matanya kaca hatinya biru. Kekasihku seperti burung murai bersarang indah di …

Puisi: Dua Daya (Karya Remy Sylado)

Dua Daya Motivator berbicara tentang memberdayakan rakyat. Koruptor berbicara tentang memperdayakan r…

Puisi: Revolusi (Karya Agam Wispi)

Revolusi kupancing kau masuk hutan kau ikuti aku seperti bayangan tinggal pantai hilang lautan bertimbun b…

Puisi: Bayangan (Karya Aldian Aripin)

Bayangan Ah, kaulah itu yang menunggui aku Bila di sampingku masih menyala lampu Kawan setia, tapi sia-sia tiada daya bi…

Puisi: Pro dan Kontra (Karya A. Munandar)

Pro dan Kontra Yang ini yang pro Yang itu yang kontra (Yang lain diam saja) Yang ini mengatakan: Yang ini baik (Setan…

Puisi: Takut '66, Takut '98 (Karya Taufiq Ismail)

Takut '66, Takut '98 Mahasiswa takut pada dosen Dosen takut pada dekan Dekan takut pada rektor Rektor takut pada menteri Me…

Puisi: Laut (Karya Amal Hamzah)

Laut Berdiri aku di tepi pantai Memandang lepas ke tengah laut Ombak pulang, memecah berderai Keribaan pasir rindu berpaut. Ombak data…

Puisi: Bayi Lahir Bulan Mei 1998 (Karya Taufiq Ismail)

Bayi Lahir Bulan Mei 1998 Dengarkan itu ada bayi mengea di rumah tetangga Suaranya keras, menangis berhiba‐hiba Begitu lahir ditating tan…

Puisi: Syair Empat Kartu di Tangan (Karya Taufiq Ismail)

Syair Empat Kartu di Tangan Ini bicara blak‐blakan saja, bang Buka kartu tampak tampang Sehingga semua jelas membayang Monolo…

Puisi: Ranjang Ibu (Karya Joko Pinurbo)

Ranjang Ibu Ia gemetar naik ke ranjang sebab menginjak ranjang serasa menginjak rangka tubuh ibunya yang sedan…

Puisi: Kupu-Kupu Kaca (Karya Kriapur)

Kupu-Kupu Kaca Sehabis meninggalkan jejak kemarau lama lalu kupu-kupu menjadi kaca Aku makin mengerti keluh bumi ini Malam menjadi jal…

Puisi: Doa Mempelai (Karya Joko Pinurbo)

Doa Mempelai kado buat Ade & Fajar Malam ini aku akan berangkat mengarungimu. Perjalanan mungkin akan …

Puisi: Kami Bertiga (Karya Sapardi Djoko Damono)

Kami Bertiga Dalam kamar ini kami bertiga: aku, pisau dan kata - kalian tahu, pisau barulah pisau kalau ada darah di matanya tak peduli da…

Puisi: Diponegoro (Karya Chairil Anwar)

Diponegoro Di masa pembangunan ini tuan hidup kembali Dan bara kagum menjadi api Di depan sekali tuan menanti Tak gentar. Lawan banyaknya seratus…
© Sepenuhnya. All rights reserved.