Puisi Sunyi

Puisi: Perhitungan (Karya Chairil Anwar)

Perhitungan Banyak gores belum terputus saja Satu rumah kecil putih dengan lampu merah muda caya Langit bersih-cerah dan…

Puisi: Awal Kata (Karya Acep Zamzam Noor)

Awal Kata Lentik sunyi di ujung alismu Detak rindu di palung jantungku 2014 Sumber: Berguru kepada Rindu (2017) Analisis Puisi: Puisi “Awal Kata” mer…

Puisi: Menuju Sunyi (Karya Weni Suryandari)

Menuju Sunyi Sebelum angin menghempas ombak ke pantai Di tempat rindu pernah bersemai, hujan rinai Engkau menatap senja di lepas laut Bersama sepenuh…

Puisi: Pada Suatu Hari (Karya Agus R. Sarjono)

Pada Suatu Hari Maukah kau dengar kisahku, bisik Buldoser sambil mengisap pipa  pada hamparan sawah dan pematangan. Tidak!  Jawab sawah sam…

Puisi: Sunyi (Karya Dianing Widya Yudhistira)

Sunyi Aku tak pernah belajar takut dan ragu Hadirnya memintalku dalam gelisah Darahku resah Lidahku gagu Inikah keterbatasan Bergolak bagai garis mal…

Puisi: Rindu Paling Sunyi (Karya Sarifah Aini)

Rindu Paling Sunyi Masih saja aku meringkuk di sudut resah, memperolok diri yang hampir saja menyulam kata menyerah. Lihat saja bodohnya aku, setiap …

Puisi: Perempuan Sunyi (Karya Emi Suy)

Perempuan Sunyi Hanyut di sungai waktu berkelok menuju laut   Perempuan sunyi menyimpan arus deras di bulu mata akulah… Sumber: Ayat Sunyi (Basabasi,…

Puisi: Takdir Sunyi (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Takdir Sunyi mesti berapa musim lagi kujelmakan takdir ini takdirku senantiasa bernama adam yang kesepian sejauh perih waktu burung bu…

Puisi: Memikat Sunyi (Karya Lalik Kongkar)

Memikat Sunyi Ketika kupintal dengan sunyi sulaman sajak Aku merajut benang kasih yang kau urai Sebab cintaku dikejar waktu Yang berpacu menjadi ngil…

Puisi: Di Punggung Bukit (Karya Dimas Arika Mihardja)

Di Punggung Bukit Duduk di atas undakan peradaban bukit-bukit tersaput kabut hanya punggungmu bergaris meriwayatkan gerimis. Panorama ala…

Puisi: Lagu Musim Panas (Karya Agus R. Sarjono)

Lagu Musim Panas Di sunyi nasib dekapan musim panasmu cuma yang bisa menyuburkan kembali kerontang padang, gersang kata-kata yang menggan…

Puisi: Di Depan Pintu (Karya Sapardi Djoko Damono)

Di Depan Pintu Di depan pintu: bayang-bayang bulan terdiam di rumput. Cahaya yang tiba-tiba pasang mengajak…

Puisi: Di Ujung Dago (Karya Acep Zamzam Noor)

Di Ujung Dago Sunyi mengalunkan lagu Pun segala jemu. Semilir angin mengurapi rabu Ketika langkahku kehilangan tuju Di antara pohon-pohon …

Puisi: Di Sini (Karya Acep Zamzam Noor)

Di Sini Sesaat, sepi yang luruh mengurapi Rambutmu. Malam tanpa bingkai Telanjang berbeban sunyi dan rindu Padamu kutambatkan kereta waktu…

Puisi: Penjara (Karya Acep Zamzam Noor)

Penjara Aku ngembara keluar masuk sepi sepiku sepimu yang fana Aku ngembara keluar masuk hati hat…

Puisi: Membangun Kota Sunyi (Karya Moh. Wan Anwar)

Membangun Kota Sunyi maafkan keputusanku, dik: hengkang dari kota gelisah menyeret sisa-sisa pertemuan. Barangkali ada yang berharga untuk kujadikan …
© Sepenuhnya. All rights reserved.