Puisi: Sunyi (Karya Dianing Widya Yudhistira) Sunyi Aku tak pernah belajar takut dan ragu Hadirnya memintalku dalam gelisah Darahku resah Lidahku gagu Inikah keterbatasan Bergolak bagai garis mal…
Puisi: Rindu Paling Sunyi (Karya Sarifah Aini) Rindu Paling Sunyi Masih saja aku meringkuk di sudut resah, memperolok diri yang hampir saja menyulam kata menyerah. Lihat saja bodohnya aku, setiap …
Puisi: Perempuan Sunyi (Karya Emi Suy) Perempuan Sunyi Hanyut di sungai waktu berkelok menuju laut Perempuan sunyi menyimpan arus deras di bulu mata akulah… Sumber: Ayat Sunyi (Basabasi,…
Puisi: Takdir Sunyi (Karya Wayan Jengki Sunarta) Takdir Sunyi mesti berapa musim lagi kujelmakan takdir ini takdirku senantiasa bernama adam yang kesepian sejauh perih waktu burung bu…
Puisi: Memikat Sunyi (Karya Lalik Kongkar) Memikat Sunyi Ketika kupintal dengan sunyi sulaman sajak Aku merajut benang kasih yang kau urai Sebab cintaku dikejar waktu Yang berpacu menjadi ngil…
Puisi: Di Punggung Bukit (Karya Dimas Arika Mihardja) Di Punggung Bukit Duduk di atas undakan peradaban bukit-bukit tersaput kabut hanya punggungmu bergaris meriwayatkan gerimis. Panorama ala…
Puisi: Lagu Musim Panas (Karya Agus R. Sarjono) Lagu Musim Panas Di sunyi nasib dekapan musim panasmu cuma yang bisa menyuburkan kembali kerontang padang, gersang kata-kata yang menggan…
Puisi: Di Depan Pintu (Karya Sapardi Djoko Damono) Di Depan Pintu Di depan pintu: bayang-bayang bulan terdiam di rumput. Cahaya yang tiba-tiba pasang mengajak…
Puisi: Di Ujung Dago (Karya Acep Zamzam Noor) Di Ujung Dago Sunyi mengalunkan lagu Pun segala jemu. Semilir angin mengurapi rabu Ketika langkahku kehilangan tuju Di antara pohon-pohon …
Puisi: Di Sini (Karya Acep Zamzam Noor) Di Sini Sesaat, sepi yang luruh mengurapi Rambutmu. Malam tanpa bingkai Telanjang berbeban sunyi dan rindu Padamu kutambatkan kereta waktu…
Puisi: Penjara (Karya Acep Zamzam Noor) Penjara Aku ngembara keluar masuk sepi sepiku sepimu yang fana Aku ngembara keluar masuk hati hat…
Puisi: Membangun Kota Sunyi (Karya Moh. Wan Anwar) Membangun Kota Sunyi maafkan keputusanku, dik: hengkang dari kota gelisah menyeret sisa-sisa pertemuan. Barangkali ada yang berharga untuk kujadikan …
Puisi: Lubang Kopi (Karya Joko Pinurbo) Lubang Kopi Jam tiga pagi Waktu Indonesia Bagian Kopi lampu tidur di matanya menyala kembali. Hujan tinggal bekas dan kopi sudah menjadi miras…
Puisi: Siapakah yang Berkata-kata dalam Diriku (Karya R.S. Rudhatan) Siapakah yang Berkata-kata dalam Diriku antara aku dan kau adakah sebelumnya sunyi namaku ketika ada dalam ruangmu dan kata belum lagi ada kemudian s…
Puisi: Jalan Menuju Rumahmu (Karya Acep Zamzam Noor) Jalan Menuju Rumahmu Jalan menuju rumahmu kian memanjang Udara berkabut dan dingin subuh Membukus perbukita…