Puisi Syahril Latif

Puisi: Ziarah (Karya Syahril Latif)

Ziarah (2) Di Karet Angin lenggang mengusik semak rumputan liar Matahari lepas asar membakar Tak kutahu senja turun dekat kampu…

Puisi: Dunianya Yuli, Aku Ingin (Karya Syahril Latif)

Dunianya Yuli, Aku Ingin Rumah Sakit Ciptomangunkusumo: jam 2 malam, aku lelah letih sungguh: dan janganlah lagi kau ajak aku mengembara jauh ke mala…

Puisi: Menanti Bayi Pertama (Karya Syahril Latif)

Menanti Bayi Pertama Waktu itu bulan Mei. Senja hari. Dan hujan turun amat lebat,             setelah lama panas yang gersang Udara berbau aspal jala…

Puisi: Stasiun Malam Hari (Karya Syahril Latif)

Stasiun Malam Hari Di bawah langit malam antara gudang-gudang berat bisu gerbong-gerbong kelabu merindu rel-rel bersilang dalam temaram lampu neon la…

Puisi: Bukit Tinggi (Karya Syahril Latif)

Bukit Tinggi Awan yang bunting selalu Hutan dan rumput yang hijau selalu Bening air sungai selalu Terimalah salamku Seri. Bersamakulah Sepi puncak pe…

Puisi: Stasiun Tanah Abang (Karya Syahril Latif)

Stasiun Tanah Abang Ketika ditangkupkan tudung senja Hidup mulai mengalir perlahan-lahan Antara gerbong senja dan rel-rel bersila…

Puisi: Salju saja Semalam-malaman (Karya Syahril Latif)

Salju saja Semalam-malaman Di Tokyo: bayangan salju gugur Dari jendelaku, tingkat kelima, Ichigaya Pada musim yang beku, lampu jalanan pun sendu Kuin…

Puisi: Ada Saat (Karya Syahril Latif)

Ada Saat Ada saat aku tak ingin berkata Atau bersuara Atau mendesah sekalipun Ada kala kata, suara, atau desah apa saja Tak bisa memberi warna pada m…

Puisi: Dengan Puisi (Karya Syahril Latif)

Dengan Puisi dengan puisi yang ditulis oleh tangan-tangan ini lewat generasi terdahulu ke generasi kini ada berjuta puisi dan bakal terus …

Puisi: Aku tak Tahu Apakah Aku Bahagia (Karya Syahril Latif)

Aku tak Tahu Apakah Aku Bahagia atau Tersiksa Ketika Kau Hadir seperti Sediakala Aku tak tahu apakah aku merasa bahagia atau tersiksa ketika kau data…

Puisi: Sambil Melepas Pandang dari Atas Bus (Karya Syahril Latif)

Sambil Melepas Pandang dari Atas Bus Sambil melepas pandang dari atas bus yang menanjak Bukit Siguntang hatiku masygul pada kehijauan dan kebiruan ke…

Puisi: Dock Tanjung Priok (Karya Syahril Latif)

Dock Tanjung Priok Di bawah matahari Jakarta. Panas menyengat Crane teknologi sedang menyantap mangsa sebuah rangka kapal tua 500 dead weight ton Tan…

Puisi: Dua Burung (Karya Syahril Latif)

Dua Burung Dua burung merpati Lewat muka jendela Menggarisi biru langit Menggarisi sepi Dua burung gereja Bercumbu di muka …

Puisi: Perhentian Bus Salemba (Karya Syahril Latif)

Perhentian Bus Salemba Seorang gadis di perhentian bus Salemba Sembilan belas usia Sendiri Dalam senja permai Juni Sedikit lelah. Manis. Tenang Dan m…

Puisi: Kita Rakyat yang Bekerja (Karya Syahril Latif)

Kita Rakyat yang Bekerja Engkau seperti kita semua berasal dari anak petani yang mengabdi untuk sang raja yang kita hormati sebagai pengawal atau abd…
© Sepenuhnya. All rights reserved.