Puisi: Dua Burung (Karya Syahril Latif) Dua Burung Dua burung merpati Lewat muka jendela Menggarisi biru langit Menggarisi sepi Dua burung gereja Bercumbu di muka …
Puisi: Perhentian Bus Salemba (Karya Syahril Latif) Perhentian Bus Salemba Seorang gadis di perhentian bus Salemba Sembilan belas usia Sendiri Dalam senja permai Juni Sedikit lelah. Manis. Tenang Dan m…
Puisi: Kita Rakyat yang Bekerja (Karya Syahril Latif) Kita Rakyat yang Bekerja Engkau seperti kita semua berasal dari anak petani yang mengabdi untuk sang raja yang kita hormati sebagai pengawal atau abd…
Puisi: Kamar (Karya Syahril Latif) Kamar Di sini ada sebuah jendela Dimana berkaca sepotong langit Langit kotaku Dalam berbaring aku memandang keluar Merpati dalam kaca biru Adalah bir…
Puisi: Laut Malam (Karya Syahril Latif) Laut Malam Di luar kamar hotelku ada laut dalam kelam gelisah resah tak berkeputusan Nyanyian sepanjang abad menggapai-gapai pintu kamarku tapi aku t…
Puisi: Perjalanan (Karya Syahril Latif) Perjalanan Gerimis di pagi hari. Kelabu Stasiun kota kecil ini lengang dan beku Di restoran orang-orang mengopi atau sarapan pagi atau duduk-duduk me…
Puisi: Salju (Karya Syahril Latif) Salju Di luar: salju masih saja dan di mana-mana salju dan putih semua, yang membuatnya bosan, kini ia sedang mengamatinya dari ketidurannya dan dal…
Puisi: Kita Berpisah (Karya Syahril Latif) Gang Haji Abdul Jalil 39: Kita Berpisah Rumah-rumah petak di gang sempit desak mendesak dalam pengap Jakarta Kini Oktober, m…
Puisi: Tangerang (Karya Syahril Latif) Tangerang Persis seperti yang selalu kubayangkan dalam angan-angan karena begitulah kuterima waktu pertama kali diceritakan: Rumah it…
Puisi: Ziarah (Karya Syahril Latif) Ziarah (2) Di Karet Angin lenggang mengusik semak rumputan liar Matahari lepas asar membakar Tak kutahu senja turun dekat kampu…
Puisi: Dock Tanjung Priok (Karya Syahril Latif) Dock Tanjung Priok Di bawah matahari Jakarta. Panas menyengat Crane teknologi sedang menyantap mangsa sebuah rangka kapal tua 500 dead weight ton Tan…
Puisi: Rezeki (Karya Syahril Latif) Rezeki Kemanakah burung-burung terbang tiap pagi? Ketika matahari bangkit Di balik bukit Waktu petani ke sawah Tapi burung-burung kembali jua Dan hid…
Puisi: Stasiun Tanah Abang (Karya Syahril Latif) Stasiun Tanah Abang Ketika ditangkupkan tudung senja Hidup mulai mengalir perlahan-lahan Antara gerbong senja dan rel-rel bersila…
Puisi: Sambil Melepas Pandang dari Atas Bus (Karya Syahril Latif) Sambil Melepas Pandang dari Atas Bus Sambil melepas pandang dari atas bus yang menanjak Bukit Siguntang hatiku masygul pada kehijauan dan kebiruan ke…
Puisi: Bukit Tinggi (Karya Syahril Latif) Bukit Tinggi Awan yang bunting selalu Hutan dan rumput yang hijau selalu Bening air sungai selalu Terimalah salamku Seri. Bersamakulah Sepi puncak pe…