Stasiun Tanah Abang

Ketika ditangkupkan tudung senja
Hidup mulai mengalir perlahan-lahan
Antara gerbong senja dan rel-rel bersilang
Stasion Tanah Abang

Kelam dan sunyi pasar belakang
Gubuk-gubuk darurat, deretan warung
Bertenda bambu anyaman
Membersit bisu cahaya lampu
Dan musik dan lagu
Dan tawa perempuan malam
Di atas meja ada bunga kertas ungu

Kereta api yang letih
Melengkingkan seruling perintah
Memuntahkan penumpang yang letih
Di bawah neon-neon stasion yang putih
Dunia terbangun seketika:
Dunia yang letih.

1966
Puisi Stasiun Tanah Abang
Puisi: Stasiun Tanah Abang
Karya: Syahril Latif


Catatan:
  • Syahril Latif lahir di Silungkang, Sumatera Barat, 3 Juni 1940.
  • Syahril Latif meninggal dunia di Jakarta, 7 Februari 1998.
  • Edjaan Tempoe Doeloe: Sjahril Latif.
  • Ejaan yang Disempurnakan (EyD): Syahril Latif.


    Baca Juga: Contoh Puisi Terbaik

    Post A Comment:

    0 comments: