Aceh masih belum baik-baik saja.

Puisi Taufiq Ismail

Puisi: Sebuah Jaket Berlumur Darah (Karya Taufiq Ismail)

Sebuah Jaket Berlumur Darah Sebuah jaket berlumur darah Kami semua telah menatapmu Telah berbagi duka yang agung Dalam kepedihan b…

Puisi: Laut Tengah (Karya Taufiq Ismail)

Laut Tengah Laut tua, aku mabuk dengan suara Yang mengalir dari mulutmu bila Ia menganga seperti lonceng hi…

Puisi: Mimpi (Karya Taufiq Ismail)

Mimpi Mimpi yang bernas melepas kejang remaja pandang ranum antara kita mengenggani hadir orang ke-3 Langit p…

Puisi: Rijswijk 17 (Karya Taufiq Ismail)

Rijswijk 17 Malam itu kami duduk di beranda, bulan pun ada Lalu lintas terasa hingar, deru-deram sebentar-seb…

Puisi: Karangan Bunga (Karya Taufiq Ismail)

Karangan Bunga Tiga anak kecil Dalam langkah malu-malu Datang ke Salemba Sore itu Ini dari kami bertiga Pita hitam pada karangan…

Puisi: Dari Catatan Seorang Demonstran (Karya Taufiq Ismail)

Dari Catatan Seorang Demonstran Inilah peperangan Tanpa jenderal, tanpa senapan Pada hari‐hari yang mendung Bahkan tanpa harap…

Puisi: Membaca Tanda-Tanda (Karya Taufiq Ismail)

Membaca Tanda-Tanda Ada sesuatu yang rasanya mulai lepas dari tangan dan meluncur lewat sela-sela jari kita Ada sesuatu yang mulanya tidak …

Puisi: Sajadah Panjang (Karya Taufiq Ismail)

Sajadah Panjang (Dinyanyikan oleh Bimbo) Ada sajadah panjang terbentang Dari kaki buaian Sampai ke tepi …

Puisi: Dengan Puisi, Aku (Karya Taufiq Ismail)

Dengan Puisi, Aku Dengan puisi aku bernyanyi Sampai senja umurku nanti Dengan puisi aku bercinta Berbatas cakrawala Dengan puisi aku men…

Puisi: Pagi Terakhir di Sebuah Losmen di Jalan Gerjen (Karya Taufiq Ismail)

Pagi Terakhir Di Sebuah Losmen di Jalan Gerjen Kawan-kawan telah berangkat pagi ini. Tinggal lagi Puntung-punt…

Puisi: Nasehat-Nasehat Kecil Orang Tua (Karya Taufiq Ismail)

Nasehat-Nasehat Kecil Orang Tua Pada Anaknya Berangkat Dewasa Jika adalah yang harus kau lakukan Ialah menyampaikan kebenaran Jika adalah ya…
© Sepenuhnya. All rights reserved.