Puisi: Kopi Menyiram Hutan (Karya Taufiq Ismail) Kopi Menyiram Hutan Tiga juta hektar Halaman surat kabar Telah dirayapi api Terbit pagi ini Panjang empat jari Dua kolom tegak-…
Puisi: Tentang Joki Jam Sembilan Pagi (Karya Taufiq Ismail) Tentang Joki Jam Sembilan Pagi Beras berkata kepada saya, bahwa kacang kedele dan kelapa sawit, ayam daging, sapi…
Puisi: Subuh sampai Magrib (Karya Taufiq Ismail) Subuh sampai Magrib, Suatu Hari pada Awal Abad Lima Belas Matahari bagai berenang, nyaris tenggelam menjelang malam di suatu …
Puisi: Sajadah Panjang (Karya Taufiq Ismail) Sajadah Panjang (Dinyanyikan oleh Bimbo) Ada sajadah panjang terbentang Dari kaki buaian Sampai ke tepi …
Puisi: Membaca Tanda-Tanda (Karya Taufiq Ismail) Membaca Tanda-Tanda Ada sesuatu yang rasanya mulai lepas dari tangan dan meluncur lewat sela-sela jari kita Ada sesuatu yang mulanya tidak …
Puisi: Kemarau di Desa Bangkirai (Karya Taufiq Ismail) Kemarau di Desa Bangkirai Seekor anjing melolong larut di lereng bukit bertubir Bulan merah di sungai bulat m…
Puisi: Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini (Karya Taufiq Ismail) Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini Tidak ada pilihan lain. Kita harus Berjalan terus Karena berhenti atau mundur Berarti hancur. …
Puisi: Taman di Tengah Pulau Karang (Karya Taufiq Ismail) Taman di Tengah Pulau Karang Di tengah Manhattan menjelang musim gugur Dalam kepungan rimba baja, pucuknya da…
Puisi: Kota, Pelabuhan, Ladang, Angin dan Langit (Karya Taufiq Ismail) Kota, Pelabuhan, Ladang, Angin dan Langit Dermaga pelabuhan balok hitam pasangan tua Kawanan undan beterbangan dua-dua Ketika dingin mencerc…