Puisi: Ah Diamlah (Karya:F. Rahardi) Ah Diamlah sudah malam, aku cape kalau terus-terusan digigit-gigit, ditarik-tarik disendal-sendal, manusiakah aku ini? jadi kau anggap manusiakah aku…
Puisi: Tak Perlu Bicara (Karya A. Munandar) Tak Perlu Bicara Untuk membeli masadepan Kita menjual masalalu Untuk membeli keadilan Kita menjual kejujuran. Tak perlu bicara Karena …
Puisi: Diam (Karya Kuntowijoyo) Diam Diam itu udara mengendap di pohon menidurkan derkuku menjentik ranting patah menyulam rumah laba-laba Yang petapa menutup mata Ketika angin memb…
Puisi: Tanda Tanya (Karya Ajip Rosidi) Tanda Tanya Dalam diammu engkau sebuah tanda tanya Dalam tanda tanya engkau adalah jawabnya Dalam heningmu Siapa masih…
Puisi: Dari Diammu (Karya Ajip Rosidi) Dari Diammu Dari diammu aku hendak belajar jadi bijaksana Gunung yang menyaksikan segala peristiwa tidak beranjak karena ada bencana atau melonjak ka…
Puisi: Diam (Karya Ai Lundeng) Diam Hatiku berkata diam Walau banyak kata yang harus kulontarkan Tapi hatiku tetap berkata Diam..... Andai mampu kusampaikan Entah berapa untaian ka…
Puisi: Sebab Aku Terdiam (Karya O.R. Mandank) Sebab Aku Terdiam Sekali aku jatuh terpekur Datang tersandar membentak diri: "Engkau mimpi berasa masyhur Ke dalam kaca l…
Puisi: Jangan Aku Disuruh Diam (Karya Rachmat Djoko Pradopo) Jangan Aku Disuruh Diam barangkali jalan aspal bakal jadi alas kaparan tubuhku dan darah yang menggenang air suci penghabisan kan hilang dari pandang…
Puisi: Penyair (Karya Ajip Rosidi) Penyair Versi "Pesta" (1956) Bukan semata karena duka Tidak semata karena sepi Tapi hidup dihidupi olehnya. …
Puisi: Selalu Laut (Karya D. Zawawi Imron) Selalu Laut Mengapa selalu laut yang kusebut dalam nyanyian? Dalam kabut yang gelap kulihat rohku seperti ikan yang berenang tak punya rum…
Puisi: Kediam-diaman (Karya Ajip Rosidi) Kediam-diaman Masihkah kita mesti bicara - apa yang lebih menusuk dari mata? - diam dan bunuh setiap kata. Jika ingin masih julurkan li…