Puisi: Catatan Harian Anak Perang (Karya Diah Hadaning) Catatan Harian Anak Perang Ada yang mengalir di sungai musim harapan-harapan anak perang Ada yang melantun …
Puisi: Terlalu Banyak Kita Kehilangan (Karya Dodong Djiwapradja) Terlalu Banyak Kita Kehilangan Inilah sebagian dari mimpi yang mestinya terjadi dulu waktu sekolah, ketika seorang dari kita m…
Puisi: Ibu, Aku Pahlawan Anti-Perang (Karya Adi Sidharta) Ibu, Aku Pahlawan Anti-Perang Untuk adikku di rumah Ibu, aku takut siapa itu Syngman Rhee dan Mac Arthur yang membakar dan membunuh di Korea? Ibu, ap…
Puisi: Pergilah Berperang (Karya Remy Sylado) Pergilah Berperang Pergilah berperang dengan sandangan cinta tapi jangan dipermalukan sebagai pencuri yang ke…
Puisi: Adalah Campur Tangan Esa-Nya (Karya Lazuardi Adi Sage) Adalah Campur Tangan Esa-Nya Benar, tak ada perang di langit laut dan matahari sepaham sudah bikin satu janji mengutuk diri sendiri Tapi di sini, di …
Puisi: Kampuchea, Sungai Malam (Karya Abrar Yusra) Kampuchea: Sungai Malam Tusuk letusan berasap amis mayat-mayat mengigau mengigau-igau menyusupi daging-daging panas sedihku! Kutuk perang mem…
Puisi: Ulat Bosnia (Karya Rahman Arge) Ulat Bosnia Seorang gadis kecil muncul di antara mayat kembang anyelir liar diulurkannya kepada seorang tentara PBB Ketika mata mereka bertemu angin …
Puisi: Seekor Sarajevo (Karya F. Rahardi) Seekor Sarajevo Seekor lapar seekor dingin seekor gemetar dan sakit seekor mimpi buruk dan luka-luka seekor berdarah dia ingin sekali ma…
Puisi: Hasek (Karya Agus R. Sarjono) Hasek ( di Gaza ) Mohon melapor tuan, kami mencari Schweik di Jalur Gaza tapi belum juga ditemukan. Kami ing…
Puisi: Perang Ini Harus Kita Menangkan (Karya Taufiq Ismail) Perang Ini Harus Kita Menangkan Masih adakah orang jujur di negeri kita? Adakah? Masih ada. Tapi mereka tak bersuara. Masih adakah orang waras di neg…
Puisi: Sajak Anti Perang (Karya Abdurahman Faiz) Sajak Anti Perang Mengapa perang tak kunjung berhenti? hujan mortir peluru, gerimis darah dan air mata kebiadaban menanti di setiap tapak jalan di an…
Puisi: Untuk Pius Lustrilanang (Karya Eka Budianta) Untuk Pius Lustrilanang Ketika kekejaman memihak penguasa, Rakyat diculik, dibunuh sesuka negara. Ketika te…