Puisi Tentang Politik

Puisi: Demonkrasi Pagi Ini (Karya Radhar Panca Dahana)

Demonkrasi Pagi Ini belum lewat jam enam pagi. 2.100 kaki memadati garasi seri E, alphard, camry, dan satu pintu lamborghini, sejak subuh pergi berga…

Puisi: Doa Penguasa (Karya Toto ST Radik)

Doa Penguasa (1) Ya, Tuhan Yang Maha Kuasa Aku memujamu, aku memujamu Karena aku ingin berkuasa selamanya. …

Puisi: Airmata Hujan (Karya Agus R. Sarjono)

Airmata Hujan Jangan bidikkan aku, ronta  Bedil sambil menggigil. Diam! Bentak Tangan.  Aku harus meledakkan anak-anak itu. Tapi mereka ma…

Puisi: Tanah Air Mata (Karya Sutardji Calzoum Bachri)

Tanah Air Mata tanah air mata tanah tumpah dukaku mata air airmata kami airmata tanah air kami di sinilah kami berdiri menyanyikan airmata kami di ba…

Puisi: Di Musim Pemilu (Karya Nezar Patria)

Di Musim Pemilu Di musim pemilu ada pesan hujan yang tak terlihat: pada perahu kertas telah dilipat suara-suara palsu tak perlu kornea baru cobalah r…

Puisi: Pohon-Pohonku Jangan Menangis (Karya Eka Budianta)

Pohon-Pohonku Jangan Menangis Kalau suatu saat aku mesti pergi Menetap di Afrika atau Australia Pohon-pohonku jangan menangis. Tumbuhlah terus sesubu…

Puisi: Pengkhianatan Itu Terjadi pada Tanggal 9 Maret (Karya Taufiq Ismail)

Pengkhianatan Itu Terjadi Pada Tanggal 9 Maret Pengkhianatan itu telah terjadi Pengkhianatan itu terjadi pada…

Puisi: Sajak Kenalan Lamamu (Karya W.S. Rendra)

Sajak Kenalan Lamamu Kini kita saling berpandangan saudara. Ragu-ragu apa pula, kita memang pernah berjumpa. Sambil berdiri di ambang pintu …

Puisi: Makan Malam (Karya Joshua Igho)

Makan Malam Makan malamku terasa hambar ketika kauhidangkan berita politik bagi-bagi kue koalisi, komisi ju…

Puisi: Tentang Seorang yang Terbunuh di Sekitar Hari Pemilihan Umum (Karya Goenawan Mohamad)

Tentang Seorang yang Terbunuh di Sekitar Hari Pemilihan Umum "Tuhan, berikanlah suara-Mu, kepadaku." Seperti jadi senyap sal…

Puisi: Sajak Lipan Seribu Kaki (Karya Remy Sylado)

Sajak Lipan Seribu Kaki Lapar telah menghilangkan sopan santunku. Maaf aku kira darah dagingku belum merdeka.  Lupa pekiknya telah bertahun kuuc…
© Sepenuhnya. All rights reserved.