Puisi Toeti Heraty

Puisi: Tiada Durja (Karya Toeti Heraty)

Tiada Durja tiada durja, mata menatap ke arah sana, tertuju rapat ke titik harap, cakrawala bulat dimana pusat? keluasan ini kehitaman pekat kiri, ka…

Puisi: Perempuan Kesurupan (Karya Toeti Heraty)

Perempuan Kesurupan (untuk Betsi) rambut terurai bergelombang mencuat mencumbu lekuk pinggang yang lembut me…

Puisi: Nostalgi = Transendensi (Karya Toeti Heraty)

Nostalgi = Transendensi Nostalgi sama dengan transendensi Betul, ini permainan kata Lagi-lagi kata asing Tapi apa sih yang tidak asing Ta…

Puisi: Lukisan Wanita 1938 (Karya Toeti Heraty)

Lukisan Wanita  1938 Lukisan dengan lengkap citarasa giwang, gelang, untaian kuning-hijau selendang, menyembunyikan kehamilan kehamilan maut yang nan…

Puisi: Terbangun (Karya Toeti Heraty)

Terbangun Nah, mimpi itu telah selesai telah kujelajahi:         – ruang kosong itu –         ternyata di situ saja         mencari-cari a…

Puisi: Aerobios di Jakarta (Karya Toeti Heraty)

Aerobios di Jakarta Ahhh, subuh jalan-jalan di kota tanpa peta, asing juga -- nama-nama jalan telah diganti, sampai kehabisan pahlawan mati jalan …

Puisi: Doa (Karya Toeti Heraty)

Doa Jalanlah dalam terang jalanlah dengan lapang jangan terusik oleh sesal terlambat dilepas oleh mereka yang tertinggal tanggalkan relun…

Puisi: Ballada Setengah Baya (Karya Toeti Heraty)

Ballada Setengah Baya di suatu losmen di Kampung Bali agak terhormat dengan dengan sebutan wisma seorang wanita setengah baya, menunggu pacarn…

Puisi: Semacam Perpisahan (Karya Toeti Heraty)

Semacam Perpisahan Antara pohon dan semak diiringi bunyi ranting terinjak kau tuntun aku ke jembatan rapuh:         "tempat sepi ini ingin      …

Puisi: Ke Pelabuhan (Karya Toeti Heraty)

Ke Pelabuhan benarkah setiap senja matahari masih terbenam juga kasihku? pernah kupelajari, sudah sekian waktu yang lalu, bahwa bulan mengitari du…

Puisi: Cintakah Kau Padanya (Karya Toeti Heraty)

Cintakah Kau Padanya bila kautanyakan itu padaku akan ku cerita tentang hidup padamu budak kecil dengan nada-nada panjang merayu binatang kesayangan …

Puisi: Kesabaran (Karya Toeti Heraty)

Kesabaran apakah kesabaran itu?         angin yang sayu bertiup ringan         menggetarkan pucuk daun-daun tersenyum pilu di atas deru         …

Puisi: Jembatan (Karya Toeti Heraty)

Jembatan (2) untuk Y.M. di seberang kiri rumah penyair (sajak-sajak transkultural baru selesai ditulisnya) ada jembatan — tempat berdiri termangu ter…
© Sepenuhnya. All rights reserved.