Puisi Ulfatin Ch.

Puisi: Dua Sajak Burung (Karya Ulfatin Ch.)

Sajak Burung ( 1 ) Seekor burung telah jauh menerbangkan pikiranku. Aku sendiri di sini dalam tempayan kecil yang dibakar nyala api Sajak Burung ( 2 …

Puisi: Selembar Daun Jati (Karya Ulfatin Ch.)

Selembar Daun Jati Selembar daun jati gugur jeritnya terdengar parau sampai ke hati seperti derit daun pintu yang pelan-pelan mengatupkan Aku! 1991 S…

Puisi: Sajak Berbingkai (Karya Ulfatin Ch.)

Sajak Berbingkai Ayah Untukmu kutulis sajak berbingkai daun dan bunga. Di atas meja kutempatkan ia agar dapat kaupandang saat datang bulan bercahaya.…

Puisi: Kekasih Hujan (Karya Ulfatin Ch.)

Kekasih Hujan Sebab rinai kekasih hujan kutitipkan mata pelangiku padanya agar rindu terbayarkan Sebab guntur kekasih awan kusematkan mata cintaku pa…

Puisi: Kata Hujan (Karya Ulfatin Ch.)

Kata Hujan Tes tes tes kata hujan mencintai kamu Di bibir payung yang terbuka, di atas aspal yang dingin ia mencoba memungut rindu yang terlanjur bek…

Puisi: Pohon Paku (Karya Ulfatin Ch.)

Pohon Paku Melihat pohon paku aku teringat ibu. Ada yang terasa haru kala menatapnya. Pada daunnya yang ramping atau pada ibuku yang setia 2001 Sumbe…

Puisi: Hujan Siang (Karya Ulfatin Ch.)

Hujan Siang Hujan siang memanah jendela di mataku. Pada bibir dan tangan kulihat bayangmu menyala seperti kilat. Angin kali mengisi bangku-bangku den…

Puisi: Di Musim yang Lain, Aku Kembali (Karya Ulfatin Ch.)

Di Musim yang Lain, Aku Kembali Setahun kujelajahi hutan ini sepi belaka, tanpa penghuni Lalu kubangun rumah dekat sungai agar lebih mudah kukenali m…

Puisi: Lagu Hujan (Karya Ulfatin Ch.)

Lagu Hujan ( 1 ) Hujan menurunkan nyanyinya di bukit yang teduh di hati gemuruh Tetes-tetesnya meninggalkan jejak seperti sajak yang tinggal berhambu…

Puisi: Hujan Rindu (Karya Ulfatin Ch.)

Hujan Rindu Aku, hujan rindu turun melewati jalan setapak melewati rumput-rumput menetes di ujung kaki ibu Aku rindu pada dentumnya di atas daun-daun…

Puisi: Dari Hujan (Karya Ulfatin Ch.)

Dari Hujan Yang tersisa dari hujan basah aroma tanah Yang menggelitik di dada ketika angin meliuk tanpa kata cinta Dan siapa tergesa mengulas doa hin…

Puisi: Hujan Januari (Karya Ulfatin Ch.)

Hujan Januari Tak ada batas jemu, jika terus menatap kamu bahkan angin pun tak mengajakku surut Seperti hujan januari kau mengguyurkan rindu Prasasti…

Puisi: Aku Kota Sunyi (Karya Ulfatin Ch.)

Aku Kota Sunyi Karena dilahirkan sebagai perempuan aku memilih sendiri dan mencangkul kota sunyi para nabi. Rumah tanpa pintu yang berlumut malam men…

Puisi: Catatan Kecil Reformasi (Karya Ulfatin Ch.)

Catatan Kecil Reformasi ( 1 ) Jalanan sepi. Angin pun mlengos terbentur batu-batu. Kami berjalan berpapasan kereta manusia yang pulang dan pergi, men…

Puisi: Sebab Aku Kehilangan (Karya Ulfatin Ch.)

Sebab Aku Kehilangan Sebab aku kehilangan pagi engkau mencaciku bagai burung mencaci langit. Dan cuaca seperti mencakar bahu suara angin bagai tiupan…

Puisi: Aku Mendaki (Karya Ulfatin Ch.)

Aku Mendaki Aku mendaki tak sampai-sampai seperti ketam merangkak tak sampai pantai. Di jendela yang terlihat cuma angin tak seperti bayangku pada pe…
© Sepenuhnya. All rights reserved.