Puisi Ulfatin Ch.

Puisi: Subuh Berlalu (Karya Ulfatin Ch.)

Subuh Berlalu Subuh berlalu di seberang, daun-daun gugur menepis malam hingga kabut terbaring Engkaukah itu melintas pelangi terbakar matahari Pagi t…

Puisi: Jika Kau Tak Menjelma Hujan (Karya Ulfatin Ch.)

Jika Kau Tak Menjelma Hujan Jika kau tak menjelma hujan mungkin tak terhapus rindu di mataku Dan angin hanya menggemakan kresek daun jatuh yang menim…

Puisi: Lagu Hujan (Karya Ulfatin Ch.)

Lagu Hujan ( 1 ) Hujan menurunkan nyanyinya di bukit yang teduh di hati gemuruh Tetes-tetesnya meninggalkan jejak seperti sajak yang tinggal berhambu…

Puisi: Daun-Daun Luruh (Karya Ulfatin Ch.)

Daun-Daun Luruh Daun-daun luruh dalam keluh Lalu, sebelum jatuh di antara liuknya kudengar ia mengaduh Pada geseknya seolah menyisakan bayangan tajam…

Puisi: Sebab Hujan (Karya Ulfatin Ch.)

Sebab Hujan ( 1 ) Sebab hujan angin pun tegak rindu berkabut Di bundaran, entah sejak kapan ia berdiri memanggil-manggil yang jatuh dalam kubangan at…

Puisi: Hujan Rindu (Karya Ulfatin Ch.)

Hujan Rindu Aku, hujan rindu turun melewati jalan setapak melewati rumput-rumput menetes di ujung kaki ibu Aku rindu pada dentumnya di atas daun-daun…

Puisi: Hari Keempat Februari (Karya Ulfatin Ch.)

Hari Keempat Februari Hari ini tak ada lagi sajak juga rindu yang memisah jarak mengusung sunyi dalam sejarah lalu perkabungan demi perkabungan Setel…

Puisi: Pelarian Malam (Karya Ulfatin Ch.)

Pelarian Malam Malam terus menanjak rasa kantuk yang kutahan menjadi pelana dalam pelarian Tak ada sungai atau danau pembasuh muka semua sumur terasa…

Puisi: Jalan Buntu (Karya Ulfatin Ch.)

Jalan Buntu Jarum jam menunjuk angka dua belas matahari memanas jalan pun lepas  Di ujung gang sepi rajawali terhenti pohon-pohon ranggas  Kemanakah …

Puisi: Dari Hujan (Karya Ulfatin Ch.)

Dari Hujan Yang tersisa dari hujan basah aroma tanah Yang menggelitik di dada ketika angin meliuk tanpa kata cinta Dan siapa tergesa mengulas doa hin…

Puisi: Dua Sajak Burung (Karya Ulfatin Ch.)

Sajak Burung ( 1 ) Seekor burung telah jauh menerbangkan pikiranku. Aku sendiri di sini dalam tempayan kecil yang dibakar nyala api Sajak Burung ( 2 …

Puisi: Hujan Januari (Karya Ulfatin Ch.)

Hujan Januari Tak ada batas jemu, jika terus menatap kamu bahkan angin pun tak mengajakku surut Seperti hujan januari kau mengguyurkan rindu Prasasti…

Puisi: Perjalanan Pagi (Karya Ulfatin Ch.)

Perjalanan Pagi ( 1 ) (sehabis subuh) Sepanjang jalan dikrim bunga dari taman rahasia mewarnai semesta tanpa igauan Tapi silsilah mengalir di tubuhmu…

Puisi: Seberkas Cahaya (Karya Ulfatin Ch.)

Seberkas Cahaya Di bawah rimbun daun-daun yang melambai    masih ada cahaya biru gaunmu, Ifda yang menancap di dada hingga perih terasa Adakah dosa. …

Puisi: Bersamamu (Karya Ulfatin Ch.)

Bersamamu Tanganmu lembut mengelus mataku di kamar kesunyian berdebu dan gambar-gambar onar Kau: Cahaya melintas rahim batinku menggigil mendekapmu K…

Puisi: Jarak Kita (Karya Ulfatin Ch.)

Jarak Kita Hanya selembar sutra atau bahkan tanpa batas. Jarak kita begitu dekat namun terasa jauh sekali Barangkali aku yang dungu akan cintaMu dan …
© Sepenuhnya. All rights reserved.