Puisi: Dengan Apa Kutebus Anakku (Karya Wiji Thukul) Dengan Apa Kutebus Anakku Anak kami lahir kemarin malam di rumah sakit di bangsal murah ya di bangsal murah berjubel bersama bayi…
Puisi: Terus Terang Saja (Karya Wiji Thukul) Terus Terang Saja apakah aku ini tepung terigu atau gumpalan kapas atau cabe busuk yang merosot harganya sehingga harus ditolong atau kayu gelondonga…
Puisi: Merontokkan Pidato (Karya Wiji Thukul) Merontokkan Pidato berminggu-minggu ratusan jam aku dipaksa akrab dengan sudut-sudut kamar lobang-lobang udara lalat semut dan kecoa tapi catatlah me…
Puisi: Seorang Lelaki Kelana di Dunia Batin (Karya Wiji Thukul) Seorang Lelaki Kelana di Dunia Batin seorang lelaki kelana di dunia batin sudah akrab dengan gelap yang menuntun ke pusat cahaya hanya kepadanya ia a…
Puisi: Monumen Bambu Runcing (Karya Wiji Thukul) Monumen Bambu Runcing monumen bambu runcing di tengah kota menuding dan berteriak merdeka di kakinya tak jemu juga pedagang kaki lima berderet-deret …
Puisi: Tikus (Karya Wiji Thukul) Tikus seekor tikus pecah perutnya terburai isinya berhamburan dagingnya seekor tikus mampus dilindas kendaraan tergeletak di tengah jalan kaki dan ek…
Puisi: Kemarau (Karya Wiji Thukul) Kemarau Ember kosong gentong melompong baju jemuran seng atap rumah menyilaukan mata Bumi menguap blingsatan anjing kucing…
Puisi: Catatan 88 (Karya Wiji Thukul) Catatan 88 saban malam dendam dipendam protes diam-diam dibungkus gurauan saban malam menyanyi menyabarkan diri bau tembakau dan keringat di badan ca…
Puisi: Nyanyian Akar Rumput (Karya Wiji Thukul) Nyanyian Akar Rumput Jalan raya dilebarkan kami terusir mendirikan kampung digusur kami pindah-pindah menempel di tembok-t…
Puisi: Sajak Tikar Plastik-Tikar Pandan (Karya Wiji Thukul) Sajak Tikar Plastik-Tikar Pandan tikar plastik tikar pandan kita duduk berhadapan tikar plastik tikar pandan lambang dua kekuatan plastik bikinan pab…
Puisi: Meditasi Membaca Buku (Karya Wiji Thukul) Meditasi Membaca Buku Buku membuat aku jadi pribadi sendiri Aku terpisah dari orang-orang Yang bekerja membangun dunia Dengan pukul palu…
Puisi: Jangan Lupa Kekasihku (Karya Wiji Thukul) Jangan Lupa Kekasihku jangan lupa kekasihku jika terang bulan kita jalan-jalan yang tidur di depan rumah di pinggir selokan itu tetangga kita kekasih…
Puisi: Satu Mimpi Satu Barisan (Karya Wiji Thukul) Satu Mimpi Satu Barisan di lembang ada kawan sofyan jualan bakso kini karena dipecat perusahaan karena mogok karena ingin perbaikan karena upah ya ka…
Puisi: Aku Menuntut Perubahan (Karya Wiji Thukul) Aku Menuntut Perubahan Seratus lobang kakus lebih berarti bagiku ketimbang mulut besarmu Tak penting siapa yang menang nanti sudah bosen kami dengan …