Puisi: Protelon (Karya Wiji Thukul) Protelon Dalan iki dadi saksi aku niba-tangi bola-bali dalam iki ngerti menawa aku wis wau wedi keblasuk ora wani bali. Sumber: Pa…
Puisi: Blaka (Karya Wiji Thukul) Blaka Mbak malima wis tak lakoni sing durung mung ngabekti Sumber: Para Jendral Marah-Marah (2013) Analisis Puisi : Puisi "Blaka" k…
Puisi: Jalan Magelang Tengah Wengi (Karya Wiji Thukul) Jalan Magelang Tengah Wengi Bakul-bakul genthong genteyongan mikul dagangan baris ing petengan kaya budhak mangkat kerja rodi Bakul-baku…
Puisi: Jimat Sekti (Karya Wiji Thukul) Jimat Sekti Wong lanang kudu menang wong wedhok kudu ngalah wong lanang ngekep jagad wong wedok ra kena mbantah wong lanang kena saba…
Puisi: Asmaradana (Karya Wiji Thukul) Asmaradana Mabura mabura menyang ngendi aku ora nggondheli mabura mabura tekan ngendhi aku tetep nututi tresnaku merdhika cah ayu! …
Puisi: Sukmaku Merdeka (Karya Wiji Thukul) Sukmaku Merdeka sukmaku merdeka tidak tergantung kepada Departemen Tenaga Kerja semakin hari semakin nyata nasip di tanganku tidak diubah oleh siapap…
Puisi: Terus Terang Saja (Karya Wiji Thukul) Terus Terang Saja apakah aku ini tepung terigu atau gumpalan kapas atau cabe busuk yang merosot harganya sehingga harus ditolong atau kayu gelondonga…
Puisi: Malam di Kota Khatulistiwa (Karya Wiji Thukul) Malam di Kota Khatulistiwa Bulan membayang di pelabuhan yang tak capek-capek. di dermaga. Mesin kapal gemetar mempermainkan sinar lampu …
Puisi: Lingkungan Kita Si Mulut Besar (Karya Wiji Thukul) Lingkungan Kita Si Mulut Besar lingkungan kita si mulut besar dihuni lintah-lintah yang kenyang menghisap darah keringat tetangga da…
Puisi: Si Buta (Karya Wiji Thukul) Puisi Si Buta semenjak pagi bangun mataku terbuka sibuk menyiapkan mimpi semenjak matahari bangkit sampai hari ini hidupku tidur dan menguap dan bang…
Puisi: Kuterima Kabar dari Kampung (Karya Wiji Thukul) Kuterima Kabar dari Kampung kuterima kabar dari kampung rumahku kalian geledah buku-bukuku kalian jarah tapi aku ucapkan banyak terima ka…
Puisi: Derita Sudah Naik Seleher (Karya Wiji Thukul) Derita Sudah Naik Seleher Kau lempar aku dalam gelap hingga hidupku menjadi gelap Kau siksa aku sangat keras hingga aku makin m…
Puisi: Dengan Apa Kutebus Anakku (Karya Wiji Thukul) Dengan Apa Kutebus Anakku Anak kami lahir kemarin malam di rumah sakit di bangsal murah ya di bangsal murah berjubel bersama bayi…
Puisi: Merontokkan Pidato (Karya Wiji Thukul) Merontokkan Pidato berminggu-minggu ratusan jam aku dipaksa akrab dengan sudut-sudut kamar lobang-lobang udara lalat semut dan kecoa tapi catatlah me…
Puisi: Seorang Lelaki Kelana di Dunia Batin (Karya Wiji Thukul) Seorang Lelaki Kelana di Dunia Batin seorang lelaki kelana di dunia batin sudah akrab dengan gelap yang menuntun ke pusat cahaya hanya kepadanya ia a…