Puisi: Tikus (Karya Wiji Thukul) Tikus seekor tikus pecah perutnya terburai isinya berhamburan dagingnya seekor tikus mampus dilindas kendaraan tergeletak di tengah jalan kaki dan ek…
Puisi: Kemarau (Karya Wiji Thukul) Kemarau Ember kosong gentong melompong baju jemuran seng atap rumah menyilaukan mata Bumi menguap blingsatan anjing kucing…
Puisi: Catatan 88 (Karya Wiji Thukul) Catatan 88 saban malam dendam dipendam protes diam-diam dibungkus gurauan saban malam menyanyi menyabarkan diri bau tembakau dan keringat di badan ca…
Puisi: Nyanyian Akar Rumput (Karya Wiji Thukul) Nyanyian Akar Rumput Jalan raya dilebarkan kami terusir mendirikan kampung digusur kami pindah-pindah menempel di tembok-t…
Puisi: Sajak Tikar Plastik-Tikar Pandan (Karya Wiji Thukul) Sajak Tikar Plastik-Tikar Pandan tikar plastik tikar pandan kita duduk berhadapan tikar plastik tikar pandan lambang dua kekuatan plastik bikinan pab…
Puisi: Meditasi Membaca Buku (Karya Wiji Thukul) Meditasi Membaca Buku Buku membuat aku jadi pribadi sendiri Aku terpisah dari orang-orang Yang bekerja membangun dunia Dengan pukul palu…
Puisi: Jangan Lupa Kekasihku (Karya Wiji Thukul) Jangan Lupa Kekasihku jangan lupa kekasihku jika terang bulan kita jalan-jalan yang tidur di depan rumah di pinggir selokan itu tetangga kita kekasih…
Puisi: Satu Mimpi Satu Barisan (Karya Wiji Thukul) Satu Mimpi Satu Barisan di lembang ada kawan sofyan jualan bakso kini karena dipecat perusahaan karena mogok karena ingin perbaikan karena upah ya ka…
Puisi: Aku Menuntut Perubahan (Karya Wiji Thukul) Aku Menuntut Perubahan Seratus lobang kakus lebih berarti bagiku ketimbang mulut besarmu Tak penting siapa yang menang nanti sudah bosen kami dengan …
Puisi: Tujuan Kita Satu Ibu (Karya Wiji Thukul) Tujuan Kita Satu Ibu Kutundukkan kepalaku, bersama rakyatmu yang berkabung bagimu yang bertahan di hutan dan terbunuh di gunung di ti…
Puisi: Masihkah Kau Membutuhkan Perumpamaan? (Karya Wiji Thukul) Masihkah Kau Membutuhkan Perumpamaan? Untuk Prof. Dr. W.F. Wertheim pada ulang tahun yang ke-90 (11-11-1997) Waktu aku di geladak kap…
Puisi: Sajak Tapi Sayang (Karya Wiji Thukul) Sajak Tapi Sayang kembang dari pinggir jalan kembang yang tumbuh di tembok tembok selokan kupindah kutanam di halaman depan anakku senang bojoku sena…
Puisi: Nonton Harga (Karya Wiji Thukul) Nonton Harga Ayo keluar keliling kota tak perlu ongkos tak perlu biaya masuk toko perbelanjaan tingkat lima tak beli tak apa lihat-li…
Puisi: Kucing, Ikan Asin dan Aku (Karya Wiji Thukul) Kucing, Ikan Asin dan Aku Seekor kucing kurus menggondol ikan asin laukku untuk siang ini Aku meloncat kuraih pisau bi…