Puisi: Tentang Sebuah Gerakan (Karya Wiji Thukul) Tentang Sebuah Gerakan tadinya aku pengin bilang aku butuh rumah tapi lantas kuganti dengan kalimat: setiap orang butuh tanah ingat…
Puisi: Ibu (Karya Wiji Thukul) Ibu jika kau menagih baktiku itu sudah kupersembahkan ibu waktu hidup yang tak kubiarkan beku itulah tanda baktiku kepadamu gula dan teh memang belum…
Puisi: Penyair (Karya Wiji Thukul) Penyair Jika tak ada mesin ketik aku akan menulis dengan tangan Jika tak ada tinta hitam aku akan menulis dengan arang. Jika tak ad…
Puisi: Ibarat (Karya Wiji Thukul) Ibarat kita tambang dipuntir-puntir kering pernah ingin lolos dari semua ini kita tambang dibuntuti api bintang nyala berapa detik ibaratnya pendek s…
Puisi: Bunga (Karya Wiji Thukul) Bunga hidup bunga warna-warni sekejap merah warni sekejap lenyap mati seperti itu Sumber: Aku Ingin Jadi Peluru (2000) Analisis Puisi : Puisi "…
Puisi: Jam (Karya Wiji Thukul) Jam tak usah terkejut pun putar jarum jam akan merajutmu kisah lama yang selalu bisu menabur belantara pertanyaan baru Angke, 9 Maret 1983 Sumber: A…
Puisi: Biarkanlah Jiwamu Berlibur Hei Penyair (Karya Wiji Thukul) Biarkanlah Jiwamu Berlibur Hei Penyair lupakanlah itu para kritikus sastra! biarkanlah jiwamu berlibur hei penyair segarkanlah paru-paru dengan pema…
Puisi: Menolak Patuh (Karya Wiji Thukul) Puisi Menolak Patuh Walau penguasa menyatakan keadaan darurat dan memberlakukan jam malam kegembiraanku tak akan berubah seperti kupu-ku…
Puisi: Riwayat (Karya Wiji Thukul) Riwayat ( 1) seperti tanah lempung pinggir kampung masalaluku kuaduk-aduk kubikin bentuk-bentuk patung peringatan berkali-kali kuhancurkan kubentuk l…
Puisi: Bagi Siapa Kalian Memetik Panenan (Karya Wiji Thukul) Bagi Siapa Kalian Memetik Panenan Pagi dingin udara masih mengandung embun bukit-bukit di kejauhan disaput arak-arakan halimun Mata…
Puisi: Buat L.Ch & A.B (Karya Wiji Thukul) Buat L.Ch & A.B Darahku mengalir hangat lagi setelah puluhan jam sendi sendi tulangku beku kurang gerak Badanku panas lagi s…
Puisi: Biji-Biji Karambol (Karya Wiji Thukul) Biji-Biji Karambol tengah malam, dan suara jatuh biji-biji karambol di tengah malam jatuh jatuh angka-angka satu sampai mati, mulai lagi satu jatuh d…
Puisi: Kepada Nasri dan Adikku yang Lain (Karya Wiji Thukul) Kepada Nasri dan Adikku yang Lain biji-biji pilihanku sudah tumbuh kemerdekaanku adalah nasip hidupku jalan-jalan akan sepi sapa kamarku akan tinggal…
Puisi: Api (Karya Wiji Thukul) Api api yang bernama rahmat tak mungkin dimatikan, tak akan kumatikan maka kubiarkan menjilat mata batinku membakar gelap tergelap perabot kamar impi…
Puisi: Surat (Karya Wiji Thukul) Surat ye, satu titik bagi situ perasaanku seperti membawa gitar tanpa satu lagu pun aku bisa ini nyanyian di dalam aku di pojokan dalam bingkai sebua…