Puisi: Lumut (Karya Wiji Thukul)

Puisi "Lumut" karya Wiji Thukul menggambarkan perubahan yang terjadi di sebuah kampung dan perasaan manusia terhadap perubahan tersebut.
Lumut

dalam gang pikiranku menggumam
seperti kemarin saja
kini los rumah yang dulu kami tempati
jadi bangunan berpagar tembok tinggi

aku jalan lagi
melewati rumah yang pernah disewa
Riyanto buruh kawan sekerjaku
ke mana lagi dia sekeluarga
rumah itu kini gantian disewa
keluarga mbak Nina

kampung ini tak memiliki tanah lapang lagi
tanah-tanah kosong sudah dibeli orang

dalam gang
setengah gelap setengah terang
aku menemukan perumpamaan:
kita ini lumut
menempel di tembok-tembok bangunan
berkembang di pingir-pinggir selokan
di musim kemarau kering
diterjang banjir
tetap hidup

kalau keadaan berubah
perumpamaan boleh berubah

menurutmu sendiri
kita ini siapa?

Kalangan-Solo, 8 Februari 1991

Sumber: Aku Ingin Jadi Peluru (2000)

Analisis Puisi:

Puisi "Lumut" karya Wiji Thukul menggambarkan perubahan yang terjadi di sebuah kampung dan perasaan manusia terhadap perubahan tersebut. Puisi ini menciptakan gambaran tentang kampung yang berubah dan mengajukan pertanyaan tentang eksistensi manusia dalam konteks perubahan.

Tema Puisi: Tema utama dalam puisi ini adalah perubahan, ketahanan, dan eksistensi manusia dalam menghadapi perubahan lingkungan dan keadaan.

Perubahan Lingkungan: Puisi ini menggambarkan perubahan dalam lingkungan kampung, seperti perubahan rumah dan pemandangan yang dulu ditempati oleh karakter utama. Perubahan ini mencerminkan transformasi yang terjadi di masyarakat.

Kenangan dan Kehilangan: Penyair menciptakan gambaran tentang kenangan melalui rumah yang dulu ditempati dan kehilangan ketika rumah tersebut ditempati oleh orang lain. Ini menciptakan perasaan nostalgia terhadap masa lalu.

Perumpamaan "Kita ini Lumut": Perumpamaan "kita ini lumut" menggambarkan ketahanan manusia dalam menghadapi berbagai kondisi dan perubahan dalam hidup. Seperti lumut yang menempel di berbagai permukaan dan bertahan meskipun menghadapi tantangan, manusia juga memiliki ketahanan untuk bertahan dalam situasi yang sulit.

Pertanyaan Eksistensial: Puisi ini mengakhiri dengan pertanyaan, "menurutmu sendiri kita ini siapa?" Pertanyaan ini menyoroti eksistensi manusia dan perannya dalam lingkungan yang berubah. Ini juga mengajak pembaca untuk merenungkan peran dan makna hidup mereka dalam konteks perubahan.

Puisi "Lumut" adalah karya sastra yang menggambarkan perubahan lingkungan dan perasaan manusia terhadap perubahan tersebut. Melalui perumpamaan "kita ini lumut," puisi ini mengajak pembaca untuk mempertimbangkan ketahanan dan eksistensi manusia dalam menghadapi perubahan. Ini adalah puisi yang merenungkan peran individu dalam konteks masyarakat yang berubah.

Puisi: Lumut
Puisi: Lumut
Karya: Wiji Thukul

Biodata Wiji Thukul:
  • Wiji Thukul lahir di Solo, Jawa Tengah, pada tanggal 26 Agustus 1963.
  • Nama asli Wiji Thukul adalah Wiji Widodo.
  • Wiji Thukul menghilang sejak tahun 1998 dan sampai sekarang tidak diketahui keberadaannya (dinyatakan hilang dengan dugaan diculik oleh militer).
© Sepenuhnya. All rights reserved.