Puisi: Kitab Pelarian (Karya Zen Hae) Kitab Pelarian tidurku masih disesaki kemarahan langit sebelas malaikat menghardik-meludah di angkasa : sawan bayi di kandungan, m…
Puisi: Kota Air (Karya Zen Hae) Kota Air kematian hanyalah kunci pembuka sebuah kota : orang bersisik cahaya, rumah siput, pepucuk ganggang yang menyala. menyan…
Puisi: Aku dan Tungganganku (Karya Zen Hae) Aku dan Tungganganku : agam wispi (1930-2003) kau menyebutku orang buangan. aku seorang kelana, sebenarnya. aku tidur dan jaga di ata…
Puisi: Bandang (Karya Zen Hae) Bandang tuan, di ladang matahari pantat dandang tapak liman rindu ganggang berkelindan lalu tujuh arwah telanjang memanjat pohon s…
Puisi: Paus Merah Jambu (Karya Zen Hae) Paus Merah Jambu : iswadi pratama seekor paus lapar, bung, ingin mencaplok gunung sebuah sajak mengumpaninya tongkang dan kecubung …
Puisi: Kail (Karya Zen Hae) Kail di danau ini, paman khidir, betapa ngeri tuhan-tuhan sebesar jagat berjuntaian mengailku! 1994 Sumber: Paus Merah Jamb…
Puisi: Rumah Jagal (Karya Zen Hae) Rumah Jagal para pemburu meneluh malam bayang kita tersalib di dinding hujan paku dan beling meleleh dari genting perih kian dera…
Puisi: Kaba dari Negeri Khalish (Karya Zen Hae) Kaba dari Negeri Khalish 1. lobang jepang kau membawaku ke kerajaan tanah negeri leluhur batu nisan mayatku yang kanak dijabat hantu n…
Puisi: Naga (Karya Zen Hae) Naga ketika kau tertidur di bawah ancaman awan hitam aku menjagamu. aku yang menunggu di balik tabir berabad-abad lamanya hingga kau menyebutku …