Puisi tentang Aktivis

Puisi: Kepada Helen Keller (Karya Joko Pinurbo)

Kepada Helen Keller Mataku berhutang kepada matamu. Mataku sering meminjam cahaya matamu untuk menulis dan membaca ketika tubuhku padam …

Puisi: Bernafas Panjanglah (Karya Wiji Thukul)

Bernafas Panjanglah Bernafas panjanglah jangan ditelan kalut bernafas panjanglah jangan dimakan takut bernafas panjanglah jangan berlarut…

Puisi: Supar (Karya Wiji Thukul)

Supar Tersiar di halaman kabar supar dipecat ya supar dipecat Kabar tersebar lalu dari mulut ke mulut masuk dan mel…

Puisi: Kepada Munir (Karya Isma Sawitri)

Kepada Munir Kebenaran tentang petaka kematianmu dijanjikan awal November ini Demi kejelasan, skenario yang teramat laknat semestinya tidak lal…

Puisi: Balada Seorang Aktivis (Karya Wiratmadinata)

Balada Seorang Aktivis Inilah kisah seorang aktivis , yang sedang kehilangan jati diri, dan mengalami krisis "statusisasi" yang s…

Puisi: Jakarta Simpang Siur (Karya Wiji Thukul)

Jakarta Simpang Siur Jakarta simpang siur ormas-ormas tiarap tiap dengar berita pasti ada aktivis ditangkap telepon-telep…

Puisi: Anak Aktivis (Karya Sabar Anantaguna)

Anak Aktivis Kasihku dalam kerjaku, sayang Sayangku dalam setiaku, kasih Yang tak punya anak punya senyum di pohon nyiur bila senja bulan datang dari…

Puisi: Surat Bekas Mahasiswa kepada Aktivis Mahasiswa (Karya Sulaiman Juned)

Surat Bekas Mahasiswa kepada Aktivis Mahasiswa (bagi aktivis mahasiswa Unsyiah) Inilah suratku kukirim kepad…
© Sepenuhnya. All rights reserved.