Info Terbaru: Pidie Jaya kembali dilanda banjir. Aceh belum benar-benar pulih

Postingan

Puisi: Penutup (Karya F. Rahardi)

Penutup “Kampret saya sebagai penyair ingin menyampaikan terima kasih pada kalian tanpa kalian buku ini tidak bakalan ada …

Puisi: Pemberitahuan (Karya F. Rahardi)

Pemberitahuan Menghadapi buku ini Anda tidak usah kelewat serius atau curiga sebab saya hanya ingin bercerita tentang kampret …

Puisi: Sehabis Nonton Jam Duabelas (Karya F. Rahardi)

Sehabis Nonton Jam Duabelas seperti dilepas dari kurungan kami pun bubar dan bergegas mengenali wajah-wajah kami sendiri di aspa…

Puisi: Sigramilir (Karya F. Rahardi)

Sigramilir tembang megatruh mengalir dari ubun-ubunku empat puluh buaya empat puluh dewa menanggalkan jubah-jubahnya dan den…

Puisi: Gambar-Gambar di Dinding Kapel (Karya F. Rahardi)

Gambar-Gambar di Dinding Kapel gambar-gambar kecil di tembok kapel sangat banyak berkata-kata padaku tentang jamannya tentang ta…

Puisi: Secangkir Kopi (Karya Aris Setiyanto)

Secangkir Kopi secangkir kopi yang mengepul di mataku telah meledakkan jantungku aku semestinya tidur lelap tapi kematian tak berlangsung dengan muda…

Puisi: Orang Kota (Karya Aris Setiyanto)

Orang Kota untuk Supardi jika kau tak ingin datang, Pak tak payah menyebutku 'orang kota' permata yang menjelma dari peluhmu kini, menjadi se…

Puisi: Sekuntum Gelisah dalam Sepekan (Karya Pulo Lasman Simanjuntak)

Sekuntum Gelisah dalam Sepekan sekuntum gelisah disodorkan dari oma tua pandai bicara di belakang rumah dalam sepekan ini lewat ketukan palu tukang b…

Puisi: Panggil Aku Puisi (Karya Moh. Ghufron Cholid)

Panggil Aku Puisi Bila kau kehabisan cara Menyuarakan segala Panggil aku puisi Aku yang akan menyuarakan Sampai kebenaran Benar-benar sampai dalam ge…

Puisi: Malam (Karya Frans Nadjira)

Malam Sebuah ayunan        mengayun gerimis                 di halaman krik                  krik seekor belalang          jatuh                 dari…
© Sepenuhnya. All rights reserved.