Info Terbaru: Pidie Jaya kembali dilanda banjir. Aceh belum benar-benar pulih

Puisi: Penutup (Karya F. Rahardi)

Puisi: Penutup Karya: F. Rahardi
Penutup


“Kampret
saya sebagai penyair
ingin menyampaikan terima kasih
pada kalian
tanpa kalian
buku ini tidak bakalan ada
selain ingin berterima kasih
sebenarnya saya juga sedih pret
tahu kalian kenapa saya sedih?”

“Tidak Oom”.

“Begini
kalian ini digusur terus
hidupnya makin susah
dilupakan
tapi begitu saya tulis
e, yang jadi beken kok malah saya
kalian para kampret tetap saja susah
dulu juga ada pelukis
yang sukanya menggambar kere
kerenya tetap saja kere
tapi pelukisnya dapat jadi jutawan
dan top
apa itu adil pret?”

“Ya adil saja to Oom
kan memang sudah begitu itu
aturan main dari sononya
sebenarnya Oom
yang mesti berterima kasih
justru kami-kami ini para kampret
kan mending masih ada yang
mau nulis tentang kami Oom?
ya kan Oom?”

“Ya, tapi apa itu adil pret?
itu namanya kan yang kuat
mengeksploitir yang lemah
mestinya kere-kere yang dilukis
oleh pelukis beken itu harus dapat bagian
berapa persen dari harga lukisannya
begitu kek pokoknya dia tidak kere lagi
sekarang orang-orang di Wamena
sana
kalau dipotret pakai koteka
pada minta bayaran lo pret
itu kemajuan
juga pemetik teh di Gunung Mas sana
kalau disorot kamera juga minta uang
tapi mereka minta-mintanya tetap seperti kere
mestinya pakai tarif lalu ada manajernya
jadi mestinya kalian juga dapat bagian
kalau buku ini laku nantinya
mau nggak pret?”

“Itu komersialisasi diri namanya Oom
mata duitan gitu”.

“Lo ya tidak
itu justru yang wajar
semua harus menerima haknya”.

“Tapi Oom,
anda ini mau bikin
penutup sebuah buku
atau mau ngapain?”

“O, ya
lupa aku pret
pokoknya terima kasih
dan maaf ya kalau ada yang nggak enak
di benak kalian”.
“Sip deh Oom!”


Sumber: Migrasi Para Kampret (1993)


F. Rahardi
Puisi: Penutup
Karya: F. Rahardi

Biodata F. Rahardi:
  • F. Rahardi (Floribertus Rahardi) lahir pada tanggal 10 Juni 1950 di Ambarawa, Jawa Tengah.
© Sepenuhnya. All rights reserved.