Postingan

Puisi: Kau adalah Derita (Karya Aspar Paturusi)

Kau adalah Derita bagilah deritamu andai bisa juga kepadaku hanya tak yakin aku mampu seperti kau sangat tangguh memikul beban derita sejak kapan der…

Puisi: Sang A (Karya F. Rahardi)

Sang A tiba-tiba aku sadar dan segera berak di atas piring tiba-tiba mataku tersenyum dan kemaluanku melihat bahwa sang A suda…

Puisi: Beranak Becak (Karya F. Rahardi)

Beranak Becak syahdan, di suatu kemarin yang akan datang di dekat sebuah tinju yang batu bapaku, babuku hamilku yang bengkak b…

Puisi: Membantah “WAH” (Karya F. Rahardi)

Membantah “WAH” ketika pengantin nikah batu-batu cemburu dan babi-babi kenduri apakah kau betul-betul mencintai tai? pengantin d…

Puisi: Sang Dewi Malam (Karya F. Rahardi)

Sang Dewi Malam Dewi malam yang katanya bertampang molek itu sebenarnya sudah sejak lama memendam dendam pada kota Jakarta ibu…

Puisi: Halo – dan Dia Diam (Karya F. Rahardi)

Halo – dan Dia Diam kabarnya dia berkerabat dengan hujan (hujan yang bagaimanakah yang dipilihnya) hujan gerimis, rintik, kecil-…

Puisi: Indonesiakah Kau (Karya F. Rahardi)

Indonesiakah Kau Indonesiakah kau baju-baju safari yang terus lapar dan babi dan pasar-pasar swalayan padahal rakyat yang kambing …

Puisi: Seekor Sarajevo (Karya F. Rahardi)

Seekor Sarajevo Seekor lapar seekor dingin seekor gemetar dan sakit seekor mimpi buruk dan luka-luka seekor berdarah dia ingin sekali ma…

Puisi: Mimpi Seorang Tukang Sayur (Karya F. Rahardi)

Mimpi Seorang Tukang Sayur Seorang tukang sayur mimpi dikejar-kejar panser rasa takut dan beban yang sangat berat telah menindih…

Puisi: Di Ladang-Ladang Tebu (Karya F. Rahardi)

Di Ladang-Ladang Tebu Di ladang-ladang tebu golok bermain dengan golok dan angin kadang-kadang menceraiberaikan rambut yang tak te…
© Sepenuhnya. All rights reserved.