Postingan

Puisi: Kemudian Tertidurlah Aku (Karya F. Rahardi)

Kemudian Tertidurlah Aku ketika, kantuk menyeret-nyeret sandal mendekati ranjang, aduh nikmatnya penat seharian seperti terlolos…

Puisi: Kelahiran (Karya F. Rahardi)

Kelahiran tak ada yang meminta ketika pertamakali tangis, nafas dan darah kau alirkan adakah ini perintah cinta? dan sama sa…

Puisi: Sarinande-Sarinande (Karya F. Rahardi)

Sarinande-Sarinande semesta semakin sunyi lalu lenyap di lengkung langit lantai kudus bangku-bangku kudus lilin di altar dan bung…

Puisi: Kepadamu (Karya F. Rahardi)

Kepadamu detik demi detik menyeret jaman berangkat larut tiada sunyi tapi tak mungkin dipanggil surut lalu kita bertanya-tanya…

Puisi: Potretmu (Karya F. Rahardi)

Potretmu di permukaan gulita langit potretmu kupaparkan kuyup bersama hujan gersang di terik siang pada potret itulah aku be…

Puisi: Yell-Yell (Karya F. Rahardi)

Yell-Yell Kita berkata lapar kita berkata haus kita berkata sunyi kita mengharap ia bagikan kepastian-kepastian kita menuntu…

Puisi: Kolom-Kolom A (Karya F. Rahardi)

Kolom-Kolom A jadi mulai saat ini kita harus lebih berhati-hati terhadap : sunyi sebab apapun yang ia tampilkan balet – op…

Puisi: Ballada Seorang Wanita yang Kucintai dengan Payah (Karya F. Rahardi)

Ballada Seorang Wanita yang Kucintai dengan Payah (1) aku akan menulis tentang seorang wanita yang kucintai dengan payah wajahnya…

Puisi: Sebab Bukan Wajahku Sebab Bukan Wajahmu (Karya F. Rahardi)

Sebab Bukan Wajahku Sebab Bukan Wajahmu di dinding kamarku tergantung sebuah cermin besar dan bundar ada bayang-bayang ganji…

Puisi: Empat Mil dari Kenangan (Karya Cecep Syamsul Hari)

Empat Mil dari Kenangan Sepasang angsa di sudut taman pom bensin: Kusaksikan keajaiban dongeng dan biografi bersatu di situ. Se…
© Sepenuhnya. All rights reserved.