Postingan

Puisi: Tatacara Menggunakan Linggis (Karya F. Rahardi)

Tatacara Menggunakan Linggis bergaul dengan linggis kita tak boleh berpura-pura kita harus tegas menusuk adalah menusuk mengge…

Puisi: TIVI (Karya F. Rahardi)

TIVI dari kotak kaca itu muncullah pancaran gambar dan suara kadang-kadang ada gambar dan suara orang menyanyi melenggang-leng…

Puisi: Sandal Jepit (Karya Aspar Paturusi)

Sandal Jepit sandal jepit yang dinjak dan diseret sepopuler koruptor yang tertangkap memenuhi halaman depan koran mengisi berita utama televisi nuran…

Puisi: Menyesal tidak Bisa (Karya Aspar Paturusi)

Menyesal tidak Bisa lahir sebagai manusia sungguh, tak ada sesal lahir sebagai kuda tak henti dicambuk lahir sebagai ikan kerapu tubuh dibelah lalu d…

Puisi: Aku Mencarimu (Karya Aspar Paturusi)

Aku Mencarimu aku mencarimu di gedung-gedung tinggi aku mencarimu di rumah-rumah mewah aku mencarimu di kantor-kantor aku mencarimu di ruang sidang p…

Puisi: Bagimu Negeri (Karya Aspar Paturusi)

Bagimu Negeri bila mereka terus lenggak-lenggok setengah hati mengurus negeri masihkah kita tetap berdiam diri menggumamkan lagu:             “bagimu…

Puisi: Kau Cuma Bola (Karya Aspar Paturusi)

Kau Cuma Bola entah siapa membawamu ke lapangan hijau sejak itu kau selalu ditendang orang di dekatmu terkadang kau disanjung dan dicium lalu bila ke…

Puisi: Awan Hitam (Karya Aspar Paturusi)

Awan Hitam saat kulihat awan hitam bergerak perlahan sungguh, aku berharap dukamu turut terseret terus bergerak menjauh               dari atap rumah…

Puisi: Marabencana (Karya Mohammad Diponegoro)

Marabencana (Puitisasi terjemahan al-Qur'an : Al-Qari'ah) Marabencana! kautahu apakah marabencana? dan betapa ngeri marabencana? kapan manusi…

Puisi: Naik-Naik (Karya Slamet Sukirnanto)

Naik-Naik Naik Naik Naik         angin tak ada lagi         sepi bukan lagi seperti di bumi Menginjak Pipi Tuhan! Sang maha tidak adil! Sang maha tid…
© Sepenuhnya. All rights reserved.