Puisi: Perjalanan Waktu (Karya Aspar Paturusi) Perjalanan Waktu buat Amika Ariesna Aspar tinggal sekian hari lagi ananda tak bersama kami kau telah memilih seseorang melabuhk…
Puisi: LANGIT (Karya Aspar Paturusi) LANGIT bila aku memandangmu kucari warna birumu selalu aku terpukau sejak masa kecilku kini sering aku lupa mendongakka…
Puisi: Apa Kabar? (Karya Aspar Paturusi) Apa Kabar? kumulai hari ini dengan langkah pasti kemana? siang hari hujan sangat lebat kaki enggan melangkah malam hari serasa kian sendiri bercakap …
Puisi: Tahun, Tahun, Tahunku (Karya Aspar Paturusi) Tahun, Tahun, Tahunku * ada yang lama ada yang baru yang lama milik siapa yang baru milik siapa siapa pada yang lama siap…
Puisi: Kabut Ranah Minang (Karya Aspar Paturusi) Kabut Ranah Minang kabut tebal sembunyikan singgalang dan merapi awan tak dihias sinar mentari senja dari balik gunung ketika g…
Puisi: SENDIRI (Karya Aspar Paturusi) SENDIRI kucoba meraih tingkap meliuk di atas titian bahagia tiba-tiba kemelut badai menyergap aku terjungkal di lembah pengap…
Puisi: HAMPA (Karya Aspar Paturusi) HAMPA kau terlambat bangun pagi ini mimpi indah lelapkan tidurmu jalanan sudah amat macet kau terlambat ikut berburu or…
Puisi: Kejamnya Keadilan Sendal Jepit (Karya Ahmad Yani AZ) Kejamnya Keadilan Sendal Jepit Balada Sandal Jepit Dari Kasus Sendal Jepit beberapa waktu lalu Mbok….!!?, Sandal jepit kulo wes wes suwek….!? Sakniki…
Puisi: Santolo (Karya Ahda Imran) Santolo (1) Jauh di bawah batu-batu karang mungkin suaramulah yang bergaung. Naik ke permukaan air. Menguap dan membuat burung-burung oleng…
Puisi: Dicatat dengan Diam Detak Jam (Karya Tjahjono Widarmanto) Dicatat dengan Diam Detak Jam kurebahkan kembali segala lenguh nafas pada ketiak sayap waktu yang membentang dari fajar ke cakrawa…