Puisi: Kabut Ranah Minang (Karya Aspar Paturusi)

Kabut Ranah Minang

kabut tebal sembunyikan singgalang dan merapi
awan tak dihias sinar mentari senja dari balik gunung
ketika gempa mengguncangkan ranah minang
kabut pekat pun merayap jauh ke lubuk hati

sekalipun kabut dan gempa bersekutu
arus kehidupan tak lumpuh
api ranah minang tetap nyala
di warung, pasar, jalan dan rumah

gempa mengikis punggung bukit
namun pohon rimbun tetap merangkulnya
anak-anak bundo jauh merantau
namun kenangan masa kanak memanggilnya

kabut boleh datang setiap saat
ranah minang tak dirundung gelap

Nagari Aie Angek, 25 April 2010
Puisi: Kabut Ranah Minang
Puisi: Kabut Ranah Minang
Karya: Aspar Paturusi

Catatan:
  • Nama asli Aspar Paturusi adalah Andi Sopyan Paturusi.
  • Aspar Paturusi lahir pada tanggal 10 April 1943 di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Puisi Kentut
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar