Postingan

Puisi: Kepada Nenek (Karya Gunoto Saparie)

Kepada Nenek kukenang rumahmu dulu di desa kuingat kerlip sentir di beranda ada bayangmu jatuh di pagar bambu begitu fana serpihan-serpiha…

Puisi: Pesisir Jimbaran (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Pesisir Jimbaran di tanah cuaca tanah tropika kita terlahir menuntun perjalanan sebuah sejarah ayu, terlalu banyak saudara ki…

Puisi: Apel dan Gadis (Karya Bambang Darto)

Apel dan Gadis Apel merah matang mengeras di dada gadis mungkin dirabuk pakai kosmetik kadang nampak lembek bagai ilham yang sulit menangkap teka-tek…

Puisi: Ulat dalam Apel (Karya Tjahjono Widarmanto)

Ulat dalam Apel suatu saat kelak aku akan tumbuh menjadi naga menyediakan sebiji taring dan sekecup upas  tanda cinta sebagai ganti …

Puisi: Jejakmu (Karya Abraham Dali Darto)

Jejakmu Jejakmu menghantarkan aku dalam pelukanmu Yang senantiasa aku terjatuh dalam peluh percintaan Memancarkan cahaya seperti mutiara Bagaimana ku…

Puisi: Sore (Karya Abraham Dali Darto)

Sore Matahari telah terbenam Meninggalkan sisa yang tak pasti Hati terasa gundah Melambungkan asa yang tak pasti Suara gema adzan menggetarkan rasa y…

Puisi: Lorong (Karya Abraham Dali Darto)

Lorong Malam telah larut, dan aku masih berdiri Di sebuah jalan entah apa ini Kulihat lorong-lorong yang semuanya gelap Menyapu hawa dingin Yang memb…

Puisi: Lelah (Karya Abraham Dali Darto)

Lelah Tak terasa jalan ini sudah terlalui Entah berapa kali, aku tak tahu Bahkan jutaan kali... Merasakan hawa dingin Yang selalu menghantarkan rasa …

Puisi: Kosong (Karya Abraham Dali Darto)

Kosong Sekarang aku bisa lihat tatapanmu Menembus cakrawala yang tak berujung Kisah sudah usai Membangkitkan kenangan yang mungkin sudah punah Sekara…

Puisi: Pergi Mengembara Selagi Usia Masih Muda (Karya Dodong Djiwapradja)

Pergi Mengembara Selagi Usia Masih Muda (1) Pergi mengembara selagi usia masih muda Sebab nanti bila janggut sudah turun bagai salju,…
© Sepenuhnya. All rights reserved.