Postingan

Puisi: Nama (Karya Gunoto Saparie)

Nama mengapakah aku lupa namamu padahal kita lama bercinta seperti anak-anak muda dalam film-film biru i…

Puisi: Malam di Atas Sampan (Karya Fitri Yani)

Malam di Atas Sampan bintang di angkasa berserakan berjatuhan di sungai lelaki tua memungutnya ke dalam sampan 2009 Sumbe…

Puisi: Hutan Cemara (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Hutan Cemara hanya ular di rerimbun daun cemara. mendesis pun kabut di hati kita. mendesis "tuangkan desis itu lekas ke…

Puisi: Solitaire (Karya Gunoto Saparie)

Solitaire sebuah suara, sebuah jam dan sebuah musim yang perlahan pergi mungkin hanya ilusi   ketika sendiri dan sunyi menciptakan banyak hal termasu…

Puisi: Taman Argasoka (Karya Fitri Yani)

Taman Argasoka ; hari-hari penantian Sita menunggumu di taman ini aku seperti bunga yang bertahan sendiri di setiap musim tapi mengapa…

Puisi: Diksi Para Pendendam (Karya Badruddin Emce)

Diksi Para Pendendam Tangan untuk melupakan nyaris tak punya. Kami hanya punya tangan untuk mengingat. Tangan ini, tanpa menunggu perintah rasa lapar…

Puisi: Dendam Kemarau (Karya Aspar Paturusi)

Dendam Kemarau jangan tangisi dendam kemarau pada air haus demi haus kita telan bersama darah adakah itu darah ibu, saudara dan…

Puisi: Sepanjang Rel-Rel Tegalrejo (Karya Badjuri Doellah Joesro)

Sepanjang Rel-Rel Tegalrejo Pernah Sang Pangeran, Mencabutnya Tanda Ceritera Perang Berderet langkah di atas bantalan besi kayu disaksikan …

Puisi: Perempuan dan Pantai (Karya Hijaz Yamani)

Perempuan dan Pantai Pada kaki langit dan garis laut disaput cahaya di bentangan pantai perempuan putih, akan berhentikah kau terpaku dan terbaring p…

Puisi: Langgar Tua di Pantai Juwana (Karya Iman Budhi Santosa)

Langgar Tua di Pantai Juwana Azan dan ombak bergandengan menyongsong malam. Bertahun merangkai kisah kelapa dan lidi, sambil bertapa meneruskan hikay…
© Sepenuhnya. All rights reserved.