Postingan

Puisi: Di Ruang Tunggu (Karya Moh. Wan Anwar)

Di Ruang Tunggu kita duduk berdua saja kau tamu, aku tamu juga di sini ke mana tuan rumah, tanyamu lantas kita pun berkenalan lewat bahasa yang tak k…

Puisi: Obada Anak Manusia (Karya Andre Hardjana)

Obada Anak Manusia ia lahir di padang pasir di mana kembara setiap penyair tersisih dari kehangatan kota leluhur di mana Jahwe dan ummatNy…

Puisi: Widarapayung, Pukul 11.32 (Karya Badruddin Emce)

Widarapayung, Pukul 11.32 : Saut & Katrin Siapa menjadikan kami merasa lebih perkasa dari pasangan-pasangan teduh di bawah nyiur itu? Lebih bebas…

Puisi: Taman dan Pemiliknya (Karya Fitri Yani)

Taman dan Pemiliknya desember kali ini , aku melihat daun-daun terjatuh dari tanganmu tangan yang semula begitu hati-hati menjaga setiap tanama…

Puisi: Setianya Shushan Berkembang (Karya Remy Sylado)

Setianya Shushan Berkembang Kuingat guruh dan halilintar tiga jam bersaing Tapi masih tak jatuh hujan di rindu…

Puisi: The Rest is Silence (Karya Sugiarta Sriwibawa)

The Rest is Silence * Sepi ternyata dapat membuncah, dan telapak kaki gemetar Setelah Galunggung menggeliat dan mengilatkan api pijar Sepi …

Puisi: Kisah-Kisah Bertaburan (Karya Leon Agusta)

Kisah-Kisah Bertaburan Kebahagiaan, katamu, pulau mungil dalam gelombang Pelaut berkayuh kian jauh, istri menyulam doa penantian …

Puisi: Nyanyian yang Kembali (Karya Leon Agusta)

Nyanyian yang Kembali buat: Maggie (1) Aku harus hidup seribu kali Untuk mati satu kali (2) Kudengar gema nyany…

Puisi: Akhir Hari (Karya Leon Agusta)

Akhir Hari Matahari tenggelam menggoreskan luka di langit Menjelang kematian suatu hari Langit menjerit dalam teror merah padam…

Puisi: Ketika Langit dan Bumi tak Lagi Terbayangkan (Karya Leon Agusta)

Ketika Langit dan Bumi tak Lagi Terbayangkan Apakah aku terlihat siang atau kabut atau debu-debu Tak tahulah. Sungguh tak lagi te…
© Sepenuhnya. All rights reserved.