Puisi: Kisah-kisah Bertaburan (Karya Leon Agusta)

Kisah-kisah Bertaburan

Kebahagiaan, katamu, pulau mungil dalam gelombang
Pelaut berkayuh kian jauh, istri menyulam doa penantian
Ada pengembara mencari alamat dititipkan kenalan lama
Di sebuah kampung di lereng gunung, sahabat tak terduga
Tapi ia tak sampai ke sana; lereng gunung habis terbakar

Di sepanjang jalan ia selalu mendengar perbincangan:
Apa kisah hari ini? Sudah lama, sama seperti dulu
Para pendekar tajam lidahnya, ditempa merah si bara api

Di televisi, politisi seakan-akan, menyanyikan lagu cinta
Ada pula yang asyik onani tanpa buka celana
Penonton sudah tahu di akhir kisah semua mendengkur

Kami inginkan sebuah epik yang indah; semerdu suara sungai
Dari seribu gunung melintasi hutan-hutan
dan bukit-bukit berliku
Berbisik ke seantero negeri nenek moyang
sambil terus mengalir
Mengantarkan berbagai kisah dari suatu masa
ke masa yang lain

Kini kami ingin dengar sebuah episode dari epik masa kini:
        "Kisah-kisah perjalanan uang!"
O, betapa indahnya, persilatan para taipan dan serigala

Dari hulunya, sejak awal bendungan dibuka, kisahkanlah
Dari mana datangnya? Ke mana mengalirnya?
Di ranah mana rimba mana hewan-hewan menyergapnya

Kisahkan pada kami tentang serigala, rubah dan musang
Tikus-tikus berkeliaran, giginya teramat tajam
Kambing-kambing hitam, korban dalih perkilahan

Yang mengembara dari lorong ke kolong yang lain, melolong
Menyaksikan kisah tipu daya yang tak pernah berakhir
Wajah kota megapolitan semakin angkuh, semakin kejam

Dendang dan lagu anak jalanan siang malam tak pernah sepi
Juga ada mahasiswa dan mahasiswi, penjaja seks dan pemabuk
        -kisah sehari-hari-
Mereka datang dan pergi, pengembara yang tersesat,
sampai jauh

Ada yang menodong pegawai kantor di dalam bis kota,
Ada penganggur mencat tubuhnya
dengan minyak bekas di pabrik,
Ada yang mati rebutan makanan dengan tikus di tong sampah
Merayakan pembiaran semesta nasib dalam senandung malam

11/02/2010
Puisi: Kisah-kisah Bertaburan
Puisi: Kisah-kisah Bertaburan
Karya: Leon Agusta

Catatan:
  • Leon Agusta lahir di Sigiran, Nagari Tanjung Sani Maninjau, Sumatra Barat, 5 Agustus 1938.
  • Leon Agusta meninggal dunia di Kota Padang, 10 Desember 2015 (pada umur 77 tahun).

Baca juga: Puisi Galau
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar