Postingan

Puisi: Di Hutan Lintong (Karya Sitor Situmorang)

Di Hutan Lintong Jalan setapak ini jalan ayah , jalannya nenek jalan nenek dari neneknya. Jalan berawa be…

Puisi: Setiap Ayah (Karya Alex R. Nainggolan)

Setiap Ayah di tubuh setiap ayah akan ada jalan pulang rumah yang bagai selimut dari kepala yang kusut telah kugali-gali ta…

Puisi: Api (Karya Remy Sylado)

Api Tuhan dalam datukku adalah api dibakarnya ranjang tempatku tidur dan aku bangun saban detik dalam takut …

Puisi: Tuhan dan Ayahku (Karya Nersalya Renata)

Tuhan dan Ayahku satu tuhan tak pernah cukup bagi ayahku. ia selalu mencari tuhan-tuhan lain. tuhan yang bisa mengabulkan permohona…

Puisi: Lelaki Mabuk dan Rembulan (Karya Diah Hadaning)

Lelaki Mabuk dan Rembulan (1) Berapa laut telah kau teguk tak juga sirna dahaga berapa selat kau hisap hari…

Puisi: Senja di Pantai Bojo' (Karya D. Zawawi Imron)

Senja di Pantai Bojo' Langit menggeliat tiba-tiba Ketika azan diayunkan pohon-pohon kelapa perahu yang be…

Puisi: Embun Setitik Pada Salib Biru (Karya Iwan Simatupang)

Embun Setitik Pada Salib Biru Gegar petir satu malam Atas bukitbatu di satu teluk         Jauh         Kelam Embun setitik hanya jatuh Salib yang ter…

Puisi: Apa Kata Bintang di Laut (Karya Iwan Simatupang)

Apa Kata Bintang di Laut (Cerita buat Bayu Suseno, bayi Bu Tono) Jauh di pulau ada seorang lanun penguasa d…

Puisi: Pengakuan (Karya Iwan Simatupang)

Pengakuan Aku ingin memberi pengakuan: Bulan yang gerhana esok malam telah kutukar pagi ini dengan wajah terlalu bersegi pad…
© Sepenuhnya. All rights reserved.