Puisi: Maukah Kau Menjadi Istriku (Karya A. Munandar) Maukah Kau Menjadi Istriku Sekali ini, biarkan aku meleleh di bibirmu, bersembunyi di matamu, berlutut di perasaanmu. "Ai, maukah kau menjad…
Puisi: Ada Apa dengan Cinta? (Karya A. Munandar) Ada Apa dengan Cinta? Apa kau pernah jatuh cinta pada seorang yang tidak seharusnya, melawan perasaan tapi …
Puisi: Kenangan (Karya A. Munandar) Kenangan Dan saat aku melihat lagi, debu-debu itu telah beranak-pinak. Bunga angin tidak bisa melenyapkannya…
Puisi: Ketika Jatuh Cinta (Karya A. Munandar) Ketika Jatuh Cinta Hatimu terbelah, seorang teman terabai. Bukan perkara meninggalkan, apalagi mengkhianati, Sulit memang membagi waktu—dan hati. 3 J…
Puisi: Lima Kuatrin Reranting (Karya Irawan Sandhya Wiraatmaja) Kuatrin Reranting ( 1 ) ranting-ranting yang patah tersangkut di gigir pesisir, ombak laut, di antara gundukan pasir dan tumpukan balok kayu, kauberj…
Puisi: Di Antara Gedung-Gedung Tua Itu (Karya Endang Ade Rustandi) Di Antara Gedung-Gedung Tua Itu Hanya matahari sore saja yang menemani ketika itu saat tubuh-tubuh berpeluh suka saat seluruh asa tertumpah ruah memb…
Puisi: Ayah (Karya Syamsu Indra Usman) Ayah Ayah berilah aku sekendi air dingin bila datang kemarau panjang dalam aku menggapai cita-cita yang kau ikat pada tonggak k…
Puisi: Datanglah ke Dusunku (Karya Syamsu Indra Usman) Datanglah ke Dusunku Satu jam telah berlalu Aku menunggu di sini Buat menceritakan Sesuatu kepadamu Tapi kau belum tampak j…
Puisi: Aku Rindu Aroma Pedusunan (Karya Syamsu Indra Usman) Aku Rindu Aroma Pedusunan Aku rindu aroma pedusunan Lenguh kerbau harumnya bunga kopi Lebih baik kita kembali, dik kembali dengan ketulusa…