Puisi: Epilog Sebuah Pagi (Karya Arif Bagus Prasetyo) Epilog Sebuah Pagi Dalam kemuraman cahaya pagi Kuterka daun-daun gugur dan menghijau Kembali. Kemudian tik-tik gerimis Suara gelap malam ha…
Puisi: Sudah Aku Pilih Kata (Karya Sindu Putra) Sudah Aku Pilih Kata Sudah aku pilih kata untuk menangkap puisimu tapi air matamu itu tiada tersentuh isyaratnya air itu memanjat men…
Puisi: Musim Menari (Karya Ketut Syahruwardi Abbas) Musim Menari Mari kubantu membungkus malam dengan tarian hening. Berdua. Musim menari tiba Semua dikawinkan sesamanya Maka jangan mengelak. Mari mena…
Puisi: Derai Hujan Tak Lerai (Karya Nanang Suryadi) Derai Hujan Tak Lerai derai hujan, tubuhmu kuyup, sayup mata, isyaratkan keraguan jalanan basah, becek dan berlumpur &quo…
Puisi: Catatan dari Sebuah Musium (Karya Nanang Suryadi) Catatan dari Sebuah Musium seperti kubaca lagi surat itu, dari sebuah musium: hantu-hantu bergentayangan... " bersatulah buru…
Puisi: Perjalanan Ilalang (Karya Gde Artawan) Perjalanan Ilalang kusisir jalan ini melintasi barisan ilalang pagar betis doa-doa merambat turun perjalanan dari pohon dahaga yan dipancangk…
Puisi: Hujan tak Tercatat (Karya Arif Bagus Prasetyo) Hujan tak Tercatat Di akhir hujan ini: Kenangan kita yang kuyup akan berhembus Melayarkan perahu. Sepanjang kanal dan gudang-gudang tua …
Puisi: Mata Dadu (Karya K. Landras Syaelendra) Mata Dadu ...kau pun bisa tertangkap mata-mata dadu dan menjadi mainan dalam permainan itu.. kau kenal mata perempuan laut musim panas seperti lempen…
Puisi: Aku Percaya Cinta Milik Kita, Sesungguhnya (Karya Nanang Suryadi) Aku Percaya Cinta Milik Kita, Sesungguhnya : kunthi hastorini ada yang ingin mencuri kenangan, dari kata yang teralamat kepadamu. pencu…