Postingan

Puisi: Sajak Berbingkai (Karya Ulfatin Ch.)

Sajak Berbingkai Ayah Untukmu kutulis sajak berbingkai daun dan bunga. Di atas meja kutempatkan ia agar dapat kaupandang saat datang bulan bercahaya.…

Puisi: Kekasih Hujan (Karya Ulfatin Ch.)

Kekasih Hujan Sebab rinai kekasih hujan kutitipkan mata pelangiku padanya agar rindu terbayarkan Sebab guntur kekasih awan kusematkan mata cintaku pa…

Puisi: Catatan Kecil Reformasi (Karya Ulfatin Ch.)

Catatan Kecil Reformasi ( 1 ) Jalanan sepi. Angin pun mlengos terbentur batu-batu. Kami berjalan berpapasan kereta manusia yang pulang dan pergi, men…

Puisi: Buku Harian Prajurit (Karya Mansur Samin)

Buku Harian Prajurit (1) Malam tengadah di atas kaca akan sepi bermukim asing di sini napas sisi jendela, jeriji besi-besi tua m…

Puisi: Sebab Aku Kehilangan (Karya Ulfatin Ch.)

Sebab Aku Kehilangan Sebab aku kehilangan pagi engkau mencaciku bagai burung mencaci langit. Dan cuaca seperti mencakar bahu suara angin bagai tiupan…

Puisi: Aku Mendaki (Karya Ulfatin Ch.)

Aku Mendaki Aku mendaki tak sampai-sampai seperti ketam merangkak tak sampai pantai. Di jendela yang terlihat cuma angin tak seperti bayangku pada pe…

Puisi: Di Rumah Kerang (Karya Ulfatin Ch.)

Di Rumah Kerang -Mathori Sedang apa kau. Mencari apa diam di rumah kerang berlutut dan bertasbih malam Pergi. Cambuklah puisi sekalipun dalam kolam y…

Puisi: Hujan Menjelang Subuh (Karya Tjahjono Widarmanto)

Hujan Menjelang Subuh malam berkemas di balik rintik hujan : aku ingin pulas di pangkuanmu! air mataku merintih pelan merata…

Puisi: Hujan Saat Kematian Menjemput (Karya Tjahjono Widarmanto)

Hujan Saat Kematian Menjemput tuliskan puisi terakhirmu . Aku paham ia akan menutup mataku dengan secarik kain warna kuning lalu angin jad…
© Sepenuhnya. All rights reserved.